AES783 Bincang Alumni : Anomali
Andy Sutioso
Wednesday April 2 2025, 9:19 AM
AES783 Bincang Alumni : Anomali

Semesta tidak pernah salah; dari mana pikiran kita datang. Dua hal ini sempat jadi obrolan saya, @antonio-milo dan @paulinusunil sore, dua hari silam. Hampir empat jam kami berbincang, ke sana kemari, random banget. Bermula dari gagasan Milo dan Linus untuk melakukan sesuatu, mencoba beberapa gagasan berkolaborasi dengan Semi Palar COOP. 

Chat dari Milo masuk ke WA saya dan segera saya sambut gembira - sekalian mengisi kegiatan liburan di sela-sela berbagai hal yang perlu saya kerjakan. Ada dua hal yang penting di sini. Pertama, ini datang dari teman-teman Alumni dan sekilas gagasan yang diungkapkan adalah untuk melakukan sesuatu dalam konteks Semi Palar COOP. Bagi saya ini keren banget. Tentunya saya penasaran dengan 'why'nya. Apa yang mendorong hal ini muncul. Dan akhirnya berkumpullah kami untuk ngobrol-ngobrol bersama mereka. 

Saya percaya tidak ada peristiwa kebetulan - dengan kata lain, semesta punya arus besar yang berjalan sejak awal mula kesemestaan ini ada. Proses miliaran tahun. Arus yang membawa perjalanan kita sampai pada titik hari ini, di mana kami bertiga bisa ngopi dan berbincang, tukar pikiran di sini. Apa penjelasan logisnya? Susah ditemukan jawabannya. Apa yang memantik Milo dan Linus untuk memunculkan gagasan melakukan sesuatu untuk Semi Palar melalui COOP. Sementara mereka sudah punya kesibukan mereka masing-masing. Linus masih menjalani kuliahnya di BiNus dan Milo akan segera mulai perkuliahannya di Integrated Arts, Fakultas Filsafat UNPAR. Belum lagi dengan kesibukan-kesibukan lainnya. Tapi toh gagasan ini muncul dalam benak Milo dan muncul pemikiran untuk ngobrol dengan saya. Satu lagi... Ini kan sebetulnya periode liburan - kok ya muncul pemikiran ini dalam benak mereka. Karenanya saya jadi membahas, dari mana pikiran kita datang... Butir kedua yang saya tuliskan di awal tulisan ini. 

Terkait judul di atas ini, sebetulnya muncul juga  jawaban atas pertanyaan kenapa tadi. Why - nya. Ternyata muncul dari perasaan mereka - sebagai alumni Smipa sebagai anomali (dalam konotasi positif) di tengah lingkungan pergaulan mereka di luar. Di berbagai komunitas yang mereka masuki sekeluarnya mereka dari Semi Palar. Ada yang berbeda dan ini bagi Milo dan Linus sangat terasa dan hal inilah yang membuat mereka terkoneksi kembali di luar sana. 

Kedua, tentang ruang eksplorasi, ruang ekspresi atau ruang kreasi yang juga ternyata tidak mudah ditemukan di luar Semi Palar. Hal ini terkait dengan pola pikir (mindset) dan banyak hal yang menjadi kendala bagi mereka untuk melakukan sesuatu. Mereka bercerita bahwa mereka banyak sekali menemukan batasan-batasan dalam berbagai bentuk, keraguan, ketidak-percayaan dan banyak hal lainnya untuk gagasan-gagasan yang mereka munculkan di tengah lingkungan pergaulan mereka. 

Singkat cerita, obrolan di antara mereka inilah membuat mereka kembali ke Semi Palar - kali ini dalam konteks Semi Palar COOP sebagai salah satu ruang yang mereka lihat potensial mewujudkan gagasan-gagasan mereka. Inilah yang saya tangkap dari obrolan panjang dengan Milo dan Linus.

Ini proses yang menarik, sangat menarik bagi saya. Seperti yang diungkap Milo - sambil menunjuk cangkir kopi di hadapannya. Selama di Semi Palar kami berada di dalam cangkir ini. Beberapa tahun setelah lulus, kami mulai bisa melihat Semi Palar dari luar wadah (ruang belajar mereka di Semi Palar) bersamaan dengan mengenali ruang belajar dan eksplorasi mereka di luar Semi Palar. 

Dari obrolan ini, saya sampai pada kesimpulan bahwa ruang belajar teman-teman di Semi Palar memang nyaris tanpa batas. Dan pola pikir ini juga yang membuat mereka menyadari bahwa di luar Semi Palar banyak sekali tembok-tembok dalam berbagai bentuk yang kemudian membatasi.

Obrolan saya bersama Milo dan Linus membuat saya sangat mengagumi apa yang ada dalam alam pikiran mereka di usia mereka yang masih sangat muda... Luar biasa. Selama hampir empat jam, saya membawa mereka bicara ke ranah sistem ekonomi, bicara filsafat, bicara spiritualitas, politik juga tentang pengenalan diri. Dengan mudahnya mereka merespons berbagai wacana yang saya lontarkan. Keren. Saya dapat kesempatan membaca langsung bagaimana teman-teman alumni Semi Palar berpikir, bersikap dan bertindak sekeluarnya mereka dari Semi Palar. Sampai hari ini memang tidak banyak kesempatan seperti ini. Momen kemarin sungguh saya syukuri... 

Inilah yang mungkin banyak dibahasakan dari banyak cerita yang saya dengar bahwa anak-anak Semi Palar, di luar sana memang berbeda. Teman-teman ini, alumni Smipa belum terlalu banyak dan mereka masih ada di awal perjalanannya. Saya menangkap setidaknya dari Milo dan Linus, mereka ingin membuat perubahan lewat cara mereka masing-masing. Sangat menarik mengamati apa yang akan mereka perbuat dalam perjalanan mereka mendatang. Terima kasih Milo dan Linus atas obrolan kemarin. Terima kasih, terima kasih. Bagi saya ini catatan dan masukan penting bagi Semi Palar dari berbagai upaya yang dilakukan para kakak untuk membantu teman-teman kecil di Semi Palar menemukan bintang mereka masing-masing. Salam.