Salah satu pendar Spirit (semangat) yang kita yakini di Rumah Belajar Semi Palar adalah Keunikan Diri. Dengan demikian cara kita, jalan kita mencari dan menemukan Tuhan adalah juga salah satu yang jadi bagian daripadanya.
Seusai membawakan empat sesi Taki-taki di minggu lalu, saya jadi teringat filem lama yang pernah saya saksikan. Filem lama memang, filem ini diproduksi tahun 1992. Judulnya Baraka. Saya mencoba menemukan lagi filem itu, dan ternyata masih bisa menemukannya. Sabtu siang ini saya mencoba menyaksikannya kembali dengan pemaknaan yang sangat-sangat berbeda. Merinding... Salah satunya saat ditayangkan ritual masyarakat Bali yang diekspresikan lewat tari Kecak. Begitu agung, begitu majestik, sekaligus mistik...
Saya sempat minta kepada Meta AI untuk mendeskripsikan filem dokumenter ini, dan inilah yang ditampilkannya.
Baraka is a 1992 non-narrative documentary film directed by Ron Fricke.
It's a visually stunning film that explores:
Themes
1. Spirituality
2. Nature
3. Humanity
4. Cultural diversity
Content
1. Breathtaking cinematography
2. Documented rituals, traditions, and daily life from around the world
3. No dialogue or traditional narrative
Experience
The film invites viewers to reflect on the human experience, our connection to nature, and the diversity of cultures.
Baraka is often described as a meditative and visually captivating experience.
Ya betul, salah satu yang membuat filem dokumenter ini sangat kuat adalah karena filem ini disajikan tanpa narasi. Hanya lewat tampilan visual dan musik atau efek suara di latar belakang.
Saya tidak ingin menjadikan tulisan ini spoiler, justru sebaliknya sebagai teaser supaya teman-teman juga menyempatkan diri menontonnya. Saya kira ini baik dijadikan filem untuk disaksikan bersama di Semi Palar karena filem ini menurut saya sangat holistik. Membangunkan kesadaran diri tentang keberagaman dan kebesaran sang Pencipta - di dalamnya dicoba digambarkan berbagai upaya manusia untuk memahami dan memaknai keberadaan diri, eksistensi dirinya, melalui berbagai tradisi kebudayaan di berbagai tempat di dunia.
Saya kira ini menggambarkan satu hal bahwa betul, manusia adalah makhluk spiritual, dan sejak awal mula peradabannya sudah berupaya mencari makna dari anugerah kehidupannya di dunia.
FIlem ini saya tempatkan di bawah ini, untuk dijadikan catatan bagi proses kita di Semi Palar. Entah kapan ini bisa jadi bahan belajar bersama, saya yakin kalau memang dimaksudkan demikian tentunya waktu dan tempatnya akan ditemukan juga.
Semoga tulisan pendek ini bermanfaat.
image source : https://www.rottentomatoes.com/m/baraka/pictures