"Kak, kenapa upacara bendera di Smipa hanya setiap tanggal 17?", 3 orang teman yang baru beranjak menginjak jenjang SMP di kelas 7 bertanya kepada saya. Pertanyaan saya kembalikan kepada mereka. Menurut kamu kenapa? Felno bilang, "Iya kan kak tanggal 17 itu kan tanggal peringatan hari kemerdekaan Indonesia?". "Iya betul, tapi kenapa hanya satu bulan satu kali?" Seperti biasa pertanyaan itu saya lontarkan kembali kepada mereka. Menurut kalian kenapa?Β
Alenka - murid yang baru bergabung perlahan menjawab, "Biar ga cape ya kak?". Nah iya saya bilang. Kalo udah cape atau bosan kan kita ga fokus di upacaranya. Menangkap bahwa jawabannya betul, Alenka melanjutkan lagi, "Iya kak, aku sampe pernah pingsan kepanasan, soalnya badan aku kan lemah". Wah ternyata begitu ya? "Iya kak, jadi aku suka berebut tempat di tengah barisan supaya kalau jongkok ga ketauan".Β
Obrolan bergeser ke bagaimana pada umumnya, upacara hampir selalu diisi oleh sambutan atau wejangan - biasanya dari kepala sekolah. Hal ini tidak terjadi di Smipa. Upacara bendera di Smipa dirancang singkat, padat dan tidak bertele-tele. Seperti namanya, tujuan upacara bendera sejatinya hanya satu yaitu penghormatan bendera Merah Putih. Itu saja.
Kenapanya kita tahu, karena bendera adalah simbol kedaulatan. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus pada tahun 1945 ditandai satu peristiwa simbolik berupa pengibaran bendera. Bagaimana Sang Merah Putih berkibar lepas, gagah di bawah langit Indonesia. Momen bersejarah yang menyatakan dengan tegas dan lantang bahwa Indonesia sudah lepas dari penjajahan bangsa asing. Peristiwa inilah yang kita ulang saat kita melaksanakan upacara Bendera. Mengingatkan bahwa kita sudah merdeka - dan saat ini dilakukan, semestinya kita diingatkan bahwa sejatinya manusia Indonesia juga merdeka semerdeka-merdekanya, badannya, pemikiran dan gagasannya, rasa dan batinnya...Β
Menutup obrolan singkat tadi, saya mengajak teman-teman berbincang tadi mengamati karya seni yang dibuat seniman grafis almarhum Redha Sorana - yang tertempel di dinding ruang kantor Smipa. Bendera merah putih di atas latar hitam yang tercabik dan robek-robek... Di tengahnya dilekatkan sebuah peniti kecil - mensimbolisasikan upaya menyatukan kembali merah putih yang rusak... Karya ini membawakan makna yang mendalam. bahwa walaupun Indonesia sudah merdeka, masyarakat kita masih jauh dari kemerdekaan yang sejati, yang seutuhnya... ππΌππΌππΌ