Di dalam hidup yang sangat materialis ini, muncul pertanyaan besar tentang bagaimana kita bisa betul-betul hidup berkesadaran, bagaimana kita bisa bernafas dalam spiritualitas? Supaya apa? Supaya kita juga bisa menghidupi merayakan anugerah terbesar kita dari Sang Pencipta sebagai makhluk yang berkesadaran - sebagai makhluk spiritual.
Hidup dan Kehidupan adalah Sakral
Dalam beberapa kesempatan saya mencoba menggunakan pilihan kata bahwa teman-teman kecil kita adalah semesta-semesta kecil. Bahwa kita, satu sama lain, orang-orang yang kita jumpai dalam hidup kita sudah direncanakan oleh Tuhan untuk hadir sebagai guru spiritual bagi diri kita masing-masing. Individu yang membawakan pembelajaran jiwa bagi kita masing-masing. Mereka yang hadir membawakan kepingan pengalaman batin yang akan mengutuhkan diri kita sebagai pejalan kehidupan yang berpotensi mengutuhkan kita - kalau kita bisa menghadirkan diri kita dengan penuh kesadaran dengan keterbukaan ruang batin untuk kehadiran mereka.