AES909 Menyirami Mimpi
Andy Sutioso
Saturday January 17 2026, 8:29 AM
AES909 Menyirami Mimpi

Dari sekian banyak kakak-kakak Smipa ada beberapa kakak yang memang punya kesempatan lebih banyak untuk banyak ngobrol, luas dan mendalam... Tidak hanya obrolan di permukaan, tapi kadang sangat mendalam. Saya merasa ini baik, bagian dari koneksi antar kita di Semi Palar bukan hanya di tataran permukaan tapi jauh lebih mendalam dari itu. Tidak ada peristiwa kebetulan, kita diperjumpakan oleh semesta untuk menjadi teman perjalanan, kita adalah guru sekaligus murid dari setiap orang yang kita jumpai. 

Sepertinya karena hal teknis, terutama karena jarak tempat tinggal, yang lebih sering jumpa dengan saya di luar rutinitas harian di sekolah adalah kakak-kakak yang kediamannya tidak terlalu jauh - atau punya kesenangan yang sama. Salah dua di antaranya adalah kak @matheusaribowo dan kak @yantisuryanii7. Kadang kami jumpa sewaktu berolahraga di akhir pekan atau di kesempatan lainnya. 

Dengan modus menemani saya makan siang, Jum'at siang kami berjumpa lagi - karena memang sudah lama sekali tidak jumpa. Dan ya menyenangkan sekali pertemuan itu. Kami bicara banyak hal - mulai dari proses di sekolah, pengalaman, bahkan mimpi, ditemani soto Bandung yang maknyus juga... 

Kak Yanti yang memantik kembali apa yang sempat saya ungkapkan - entah kapan - tentang satu mimpi besar Semi Palar yang ingin diwujudkan. Bukan semata ambisi - tapi justru untuk membumikan Pendidikan Holistik dan mengembalikannya ke Kehidupan yang Holistik. Kembali ke Desa. Jadi setelah KPB, kita lanjut PHD (Pengen Hidup di Desa). 

Kembali ke tempat yang sederhana, yang bersahaja, tempat di mana kehidupan masih lebih terkoneksi dengan segala sesuatu. Dengan alam, dengan keheningan, dengan kejernihan udaranya dan kebeningan air di sana... Tempat di mana waktu bisa berjalan lebih lambat dan kita tidak terus dikendalikan ritme kehidupan di kota besar. 

Semacam kembali ke akar, ke bentuk kehidupan yang lebih mendasar - sebelum kehidupan dikendalikan oleh segala sesuatu yang materialistis tapi cenderung kehilangan makna... Kita semua bisa bertanam sayur, mendapatkan pangan yang lebih dekat dengan kita, ditanam dan ditumbuhkan oleh tangan-tangan kita sendiri. Teman-teman tetap belajar seperti di Smipa, dengan ruang eksplorasi yang lebih dekat ke alam, ke kebun, ke hutan dan ke sungai - tempat enerji yang masih bersih dan tidak terkontaminasi banyak hal. 

Obrolan bergeser ke komunitas-komunitas yang punya ikhtiar yang sama, yang menginspirasi. Bukti bahwa hal-hal seperti ini bisa diupayakan bersama - apalagi di Rumah Belajar Semi Palar yang punya visi yang sama, holistik, berkesadaran, berkelanjutan. Sempat disebut tempat-tempat seperti Bumi Langit Institute di Imogiri Jogjakarta, Komunitas CIheras di Garut Selatan, Pasar Papringan di Temanggung, atau Jati Wangi Art Factory di Jatiwangi yang belum lama ini menginisasi kepemilikan hutan kolektif dengan nama Perhutana... Menarik... Mereka bisa jadi tempat belajar buat kita sama-sama mewujudkan mimpi kita ke depan. 

Intinya mimpi-mimpi ini perlu terus disirami, diberi enerji dengan segala niatan dan keyakinan bahwa ini bisa terwujud - termanifestasikan seperti halnya dulu menginisasi dan mewujudkan Semi Palar. Salah satunya bisa dilakukan lewat forum NgoBras - dari Pendidikan Holistik bergeser ke Kehidupan yang Holistik... Semoga enerji dan kesadaran semesta  suatu ketika menghantar kita sampai ke sana. Salam bahagia buat semua. 

Photo by Alex Azabache: https://www.pexels.com/photo/white-bicycle-parked-beside-green-signage-3727253/