Malam ini mau sedikit menulis tentang topik ini : Fokus. Di smipa fokus ini jadi bahan perbincangan di kelas dan juga banyak jadi perhatian kakak-kakak saat menuliskan rapor. Tapi apa sebetulnya maksudnya. Di dalam dunia yang sudah sangat berubah ini, fokus jadi semakin penting.
Situasi sekarang kita tahu bahwa distraksi saat kita melakukan apapun sangat besar. Saya ambil contoh, sewaktu kecil, kanal TV hanya ada satu, TVRI. Kemudian TV swasta muncul - waktu itu RCTI sebagai TV swasta pertama di Indonesia menambah pilihan kanal tontonan kita di layar kaca. Sekarang dengan adanya TV kabel, satu TV bisa punya ratusan kanal yang bisa dipilih. Dulu remote TV nyaris tidak terpakai, karena hanya ada satu kanal. Sekarang kita harus bisa menetapkan pilihan di antara apa yang ada. Pada saat yang sama, kita juga dengan mudah menggeser pilihan tontonan kita.
Sama halnya dengan gawai, komputer atau ponsel pintar. Gawai kita bisa mengerjakan beberapa sekaligus. Windows bisa menyimpan berbagai tab sekaligus, sementara saat kita sedang mencermati media sosial misalnya, entah berapa banyak iklan atau konten yang terus berusaha mengalihkan perhatian kita. Jadi ya begitulah situasi hari ini dengan teknologi dan segala kemudahan yang ada.
Dengan situasi yang ada, memang kita perlu punya keterampilan baru - ya itu memfokuskan diri. Seperti ilustrasi di atas ini, sebetulnya fokus bukan berarti menghilangkan atau meniadakan hal-hal lain yang sedang tidak kita kerjakan, tapi menempatkan hal-hal lain di latar belakang - dan menetapkan perhatian kita pada satu hal yang sedang kita kerjakan. Manusia punya kapasitas berpikir yang sangat besar - hal ini sebetulnya memberinya kemampuan untuk melakukan beberapa hal sekaligus. Saya pernah baca juga, yang namanya multi-tasking itu ga ada - yang ada adalah bagaimana kita bisa memindahkan fokus kita secara cepat seakan-akan kita sedang melakukan beberapa hal sekaligus.
Kalau fokus itu penting, berarti yang jadi sangat penting dilatih adalah bagaimana kita mengendalikan pikiran kita. Kita yang harus memegang kendali secara penuh. Lagi-lagi, latihannya adalah melalui waktu hening. Banyak tulisan di sini yang mengulas tentang hal ini. Kalau kira bernafas secara sadar, banyak hal di dalam diri kita bisa dikendalikan - termasuk pikiran kita - bahkan frekuensi gelombang otak kita. Dan kalau hal ini bisa kita kendalikan dengan baik - sebetulnya hidup dan kehidupan kita ada dalam kendali kita sepenuhnya. Demikian esai saya malam ini. Sampai jumpa.