AES959 Mundur lagi Selangkah
Andy Sutioso
Sunday August 23 2026, 8:25 AM
AES959 Mundur lagi Selangkah

Tidak ada peristiwa kebetulan. Termasuk juga Rico dapat waktu kembali ke Bandung di tengah berbagai kesibukan awal tahun di Semi Palar. Saya hanya sempat mengawal Taki-taki dan setelahnya waktu saya banyak tersita dengan kehadiran Rico di Bandung. Dua setengah tahun Rico tidak sempat pulang. Bagi kami ini waktu yang sangat panjang. Jadi saya juga sangat ingin melewatkan sebanyak waktu dengan dia. 

Momentum ini kok bertepatan dengan proses transisi di Semi Palar. Sejak di awal minggu perencanaan, saya sudah menyampaikan pada teman-teman di tim - khususnya pada kak Diki dan tim Lingkung bahwa saya akan mundur lagi selangkah. Tahun lalu saya masih banyak terlibat di persiapan Selametan. Tahun ini hampir tidak. Saya hanya memantau dari jauh. Mengikuti prosesnya dan menitipkan konsep dan tema besarnya. Selanjutnya yang menerjemahkan segala sesuatu adalah kakak-kakak Smipa. 

Sepulan dari Jawa Tengah, kesehatan saya terganggu. Mungkin terlalu cape. Yah di usia sekarang ini, stamina sudah jauh menurun. Sehari sebelum Selametan saya harus beristirahat karena kena flu. Teman-teman bilang harus mendengarkan badan, ya saya setuju. Akhirnya saya mengetikkan pesan kepada kak Diki dan tim panitia Selametan bahwa saya tidak bisa hadir di Selametan. Setelah puluhan kali tidak pernah absen, tentunya ini berat bagi saya - seperti halnya saat pertama kali saya tidak bisa menghadiri Musik Sore. Sulit menjelaskannya. Walaupun demikian di sisi lain saya merasa ini baik. Baik untuk saya, baik untuk tim dan Semi Palar secara keseluruhan. 

Sama halnya seperti saya melepaskan anak-anak saya berangkat ke luar negeri, sangat-sangat sulit melepaskan mereka, tapi ini baik untuk kemandirian mereka. Jadi ini dua peristiwa yang sesunggunya paralel... Mereka perlu berjarak dari kami orangtuanya, mengikuti kata hati dan mengambil keputusan-keputusan sendiri. Sama halnya dengan Semi Palar. Proses ini perlu dilalui juga - dan saya pikir baik saat proses ini dilalui saat kita masih ada. Jadi kemandirian terbangun, jarak diciptakan tapi kedekatan masih bisa dijalin. Seperti apa yang saya alami beberapa minggu terakhir ini bersama Rico.