Hmm, hari ini berulang lagi, ga tau mau nulis apa. Sepertinya ini bukan jadi yang terakhir kalinya. Sudah mecatatkan beberapa ide, tapi ya entah kenapa macet juga sewaktu untuk menuliskannya. Akhirnya ya coba memaksakan menulis - dan melihat aja apa yang kemudian muncul di kepala. Salah satu quotes bilang, supaya sesuatu mengalir, ya kerannya dulu dibuka dan akan ada sesuatu yang akan kemudian mengalir.
Hmm, OK, ya, sepertinya saya akan menuliskan sesuatu terkait apa yang sedang mulai dicoba. Saya sendiri ga tau sejauh mana pengalaman teman-teman lain, tapi situasi pandemi ini sebetulnya membukakan banyak peluang baru. Saya sempat menuliskan juga di salah satu esai saya: kalau segala sesuatu tidak menentu, segala hal jadi memungkinkan. Perspektif ini menarik ya. Bagaimanapun ini bukan hal yang pertama kali saya lakukan. Di sekitar tahun 1998 - saat krisis moneter, saya bersama teman-teman mencoba membangun sebuah komunitas yang namanya Trimatra Center. Komunitas ini sempat berjalan sekitar 3,5 - 4 tahunan.
Saat ini sedang ada beberapa hal baru yang mulai dicoba. Ririungan, Atomic Essay, gagasan tentang warung smipa dan koperasi (Smipa Co-Op adalah hal-hal baru yang kita coba rintis. Dalam situasi yang tidak menentu, sebuah perubahan selalu membawa harapan. Karena perubahan juga membukakan kemungkinan-kemungkinan baru. Hal-hal yang kita coba setidaknya menimbulkan perasaan bahwa kita bisa melakukan sesuatu - daripada menunggu situasi berubah - atau kembali normal.
Kalau situasi pandemi ini berlangsung panjang, saya kira kita perlu mencoba sesuatu yang baru. Ririungan ini bisa jadi salah satu media untuk mulai mengumpulkan gagasan-gagasannya. Dalam konteks Semi Palar salah satu prinsip pendidikan holistik adalan kontekstualitas. Kalau situasinya seperti sekarang ini, kita perlu mencoba merancang hal-hal baru sesuai konteks situasi sekarang ini. Bukan hanya sekedar membiasakan ProKes sebagai new normal, tapi jangan-jangan pandemi ini membuka kesempatan bagi kita untuk mulai pola kehidupan yang baru. Yang paling sederhana - sebetulnya muncul beberapa tulisan (di ririungan ini) yang mengangankan kembali hidup di desa. Daripada terkurung terus di rumah di kota untuk beberapa tahun mendatang, saya rasa gagasan ini sangat layak kita coba pikirkan dan wujudkan bersama...
Photo by AbsolutVision on Unsplash
Setuju, Kak. Mari kita mulai bikin konsepnya. Setelah disosialisasikan, kita daftar siapa saja yang tertarik untuk ikut dalam kehidupan baru itu.