Halo nama saya Leia, aku sangat menyukai berkarya sama seperti murid semipalar yang lain. Tapi aku mempunyai tantangan yang berbeda dengan yang lain. Tantangannya adalah penyakit kulit bernama eksim. Jenis eksim yang paling sering terjadi pada area kulit yang merah, kering, dan gatal, paling sering ditemukan di lipatan siku,di belakang lutut, juga pergelangan kaki dan pergelangan tangan, tetapi eksim aku berada di telapak tangan. Ada kemungkinan penyebab eksim saya adalah asma, karena dulu aku memiliki asma. Pemicu eksimnya adalah bahan kimia yang membuat aku ingin menggaruknya.Terkadang aku menggaruknya tapi membuat kulitku semakin gatal, karena gatal aku menggaruknya sampai berdarah. Selama aku memiliki eksim, aku mempunyai tantangan dalam berkarya dan mengikuti kegiatan dan proyek di sekolah.
Saat ini kelas saya mempunyai banyak proyek dan berkarya,proyeknya sangat seru tetapi eksim aku menantang saya karena terkadang bahan-bahan berkarya seperti cat dan lem membuat eksim saya gatal, tapi aku tetap senang karena berkarya adalah hobiku. Dari semua proyek-proyek yang diadakan di sekolah, proyek yang membuat eksim aku gatal dan parah hanya sedikit seperti membuat patung dan melukis. Salah satu cara aku untuk tetap berkarya dalah seperti memakai sarung tangan saat berkarya dan jika terkena bahan kimia seperti cat aku akan cepat mencucinya. Karena hobi saya berkarya, jika aku bosen atau tidak tahu ingin ngapain, biasanya yang aku lakukan adalah berkarya. Walaupun berkarya bisa memakai bahan-bahan yang tidak memicu eksim aku seperti merajut dan melukis digital,aku lebih menyukai berkarya yang memakai bahan yang memicu eksim saya. Jadi eksim aku lebih parah karena aku suka saat berkarya memakai bahan bahan kimia, tetapi sekarang aku mulai merajut agar eksim saya tidak sering parah dan gatal. Selama aku merajut eksim aku tidak seperti tahun tahun yang lalu yang eksimnya sering parah
Aku mempunyai eksim ini sudah tiga tahun tetapi aku tetap berkarya dan bersenang-senang karena itulah hobiku.Saat ini eksim saya sudah mulai sembuh sehingga saya dapat berkarya tanpa rasa sakit, tapi Leia janji kepada diri sendiri, walau aku memiliki eksim aku akan tetap terus berkarya. Mungkin sampai sini saja cerita dari Leia, terimakasih...
Waah. Terima kasih ceritanya Leia. Ka Andy baru tau kamu punya kendala. Tapi tulisan ini kan karya juga ya. Kamu punya ruang satu lagi untuk berbagi cerita dan imajinasi. Terima kasih sudah berbagi. ππΌπ
Keren banget, Leia. Semangat terus. Kelompok Oya akan selalu dukung Leia. π€