Wahhh Tara dan Yasha mendapat tugas besar membuat jamu!
Saya langsung pusing 17 keliling 😵😵 karena tantangan tersebut bersanding dengan 4 tantangan lainnya di hari Jumat.
Alamat tidak bisa rebahan di akhir pekan pikir saya 😞
Saya yang sadar kemampuan saya dan anak-anak paham benar, saya tidak akan mungkin sanggup menyelesaikan semua tantangan tersebut dalam satu hari.
Akhirnya saya pun berencana membagi proses pembuatan jamu dalam beberapa tahap dalam beberapa hari.
Â
Berikut adalah panduan tertulis yang dibagikan 1 minggu sebelumnya
Dan berikut adalah video panduan yang dibagikan 1 hari menjelang hari penugasan :
Yang tidak saya sangka adalah respon Tara & Yasha yang begitu menikmati prosesnya.Â
Dengan sumringah, mereka memasukan bahan satu persatu. Menurut mereka ini adalah pengalaman seru.
Belum lagi rasa jamunya yang tidak disangka sangatlah ENAK!
Bahkan lebih enak daripada jamu beras kencur yang pernah dibuatkan oma.
Tara dan Yasha bantu memasukan gulas pasir, kayu manis dan asam jawa ke rebusan air.
Yasha kemudian memcuci beras yang akan di blender.
Lalu sambil menunggu air rebusan masak, mereka berdua dengan cekatan memotong jahe, kencur dan kunyit menjadi potongan-potongan kecil agar mudah di blender.
Setelah itu, dua gadis kecil ini memeras dengan sekuat tenaga mereka, agar perasan kunyit, kencur & jahe bisa memenuhi mangkuk perasan.
Hingga waktu yang ditunggu telah tiba! Air rebusan yang sudah matang, telah cukup dingin.
Air beras, Rebusan rempah & Godokan air gula pun sudah siap dicampurkan.
waaaww kita punya dua botol penuh!
Bahkan ada yang meluap saat Tara dan Yasha coba mengisinya melalui corong.
Ah! Rehat sejenak sambil menikmati hasil jerih payah dulu!
Setelah memakan waktu seharian mengotori banyak peralatan.
Mereka berdua begitu asik duduk ala pengunjung warung kopi yang sedang asik menyeruput minumannya.
Ternyata tidak memerlukan beberapa hari ahahhahaha tidak seperti dugaan saya yang uda keder duluan liat panduan resepnya.
Ternyata kita bisa bikin Beres Kencur!
.
.
.
Ma, besok kita bikin Jamu lagi ya!
Keringat sebesar batu kali mengalir di ubun-ubun.
Oke, sayang.