AES196 What & How (WadaW)
leoamurist
Friday February 11 2022, 10:44 AM
AES196 What & How (WadaW)

"Kita tidak pernah menanamkan apa-apa, kita tidak akan pernah kehilangan apa-apa." Demikian kata Soe Hok Gie, yang bisa diaplikasi dalam fasilitasi. Yang penting ketat di konteks dan kuat di relevansi. Seperti salah satu intepretasi positif dari kutipan tersebut, membimbing itu bukan menyuruh memikirkan apa, melainkan mengajak bagaimana berpikir (bertindak).

Ohiya, positif bukan baik. Positif ya positif, baik ya baik. Berbeda. Positif itu lebih kepada mengembang, berkembang, bertambah, menambah. Seperti geometri dan arah, yang positif menggambarkan keadaan melampaui dari yang sudah-sudah. Istilah lainnya adalah konstruktif, kreatif, atau produktif? Hmm... istilah produktif bisa lah sedikit. Kita manusia kan, bukan pabrik.

Kembali ke soal fasilitasi, “Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar. Dan murid bukan kerbau.” Kutipan ini adalah kutipan. Maksudnya kutipan adalah sesuatu yang dibaca bukan dari sekadar yang tertulis, justru keutamaannya ada pada yang tidak tertulis. Beberapa yang bisa dipakai terkait dengan intepretasi di paragraf pertama, adalah soal what & how.

Dalam fasilitasi, perbandingan wadaw ini (what & how) sebenar-benarnya adalah 80% How dan 20% What. Kalau terbalik, jadinya bukan fasilitator. Lebih ke narator. Mengulang kembali soal ketat di konteks dan kuat di relevansi, ruang dimana kita berada memerlukan peran narator atau fasilitator? Itulah yang kita jawab dengan sesuai. Kalau tidak pas kerasa koq, biasanya dalam bentuk kelelahan.

Cara ngepasinnya gimana? Banyak! Salah satunya yang tertulis di awal itu tadi, menyuruh memikirkan apa cukup 20% saja. 80% nya ya mengajak bertindak bagaimana. Jadi minimalkan pertanyaan retoris bahkan sinis untuk memotivasi, yang beraroma menyuruh. Sambil Maksimalkan tindakan mencontohkan untuk suportif, yang beraroma mengajak. Semacam, memperbanyak akhiran yuk! alih-alih akhiran gih! saat berkata. Eh, bertindak.