Lalu bingung, makan yang mana duluan. Yang pertama diangkat tiriskan atau yang kedua. Karena masing-masing punya kualitas derajat kepanasannya masing-masing dalam kebersamaannya. Uhuy..
Kalau makan yang pertama jadi, yang didapatkan adalag dua gorengan suam-suam kuku. Panas tidak, dingin tidak, hangat tidak, dimakan iya. Kalau makan yang kedua jadi, yang didapatkan adalah satu gorengan panas dan satu gorengan dingin.
Sampai sini adalah penerapan rasio-nal. Semacam perbandingan.
Barulah masuk ke penerapan logika, ambil yang kedua. Karena, nah ini indikator penerapan logika ada kausalitas ditutup tindakan, tujuan awal kan ingin makan gorengan yang panas. Ambil, masukan mulut, kepanasan, belum jadi masuk mulut bibir sudah tersakiti. Refleks deh lepas cengkeraman, gorengan jatuh ke tanah becek bekas injakan ban. Yhaaa...
Lalu gambarnya kopi, bukan paste. Bukan gorengan.