Saya pernah mau memotong cabang-cabang ujung pohon neem yang semakin tinggi, hampir menyentuh kabel internet. Juga, batang atas pohon pepaya yang bercabang dua. Salah satu cabangnya sudah mendekati kanopi tetangga. Yang terpikirkan oleh saya adalah, metoda yang paling efektif meminimalkan kerusakan.
Karena pohon yang satu sudah menyentuh kabel internet, walaupun belum terlihat jelas mengait tetap perlu antisipasi kabel bisa tersangkut dan putus. Sedangkan pohon yang satu lagi sudah menyentuh kanopi tetangga, walaupun belum menempel tetap perlu antisipasi kanopi bisa tertimpa dan retak.
Akhirnya memutuskan meminta bantuan jasa tetangga yang lain, tukang bangunan profesional yang sedang merenovasi rumah saya. Belum sempat bercerita detil mengenai pemikiran antisipatif saya, baru mulai dengan intinya bahwa saya ingin memotong ujung-ujung pohon itu. Ia langsung berkata,
”Oh, gampang ini. Nanti saya tinggal potong bagian ini, sambil tarik bagian itu, arah potongan ke sini, jadi jatuhnya ke sana. Gak akan kena kemana-mana, gak akan nyangkut kemana-mana juga. Abis itu saya potong kecil-kecil, nanti buangnya di lapang pojok sana aja biar sekalian jadi kompos. Gak nyampe sepuluh menit beres.”