AES491 Normalisasi Normalisasi
leoamurist
Saturday February 8 2025, 3:00 PM
AES491 Normalisasi Normalisasi

Belakangan ini seringkali muncul di media sosial suatu ajakan, untuk berhenti menormalisasi perilaku yang tidak pantas. Misalnya berhenti menormalisasi perilaku parkir di trotoar, atau juga berhenti menormalisasi perilaku menyenangkan orang lain. Untuk saya, hal ini rasanya sekadar luapan pemikiran menjadi perkataan yang kurang efektif dilaksanakan.

Memang hal tersebut efisien, karena tidak membutuhkan usaha lebih dariĀ postingan di media sosial. Juga, tidak membutuhkan upaya lebih dari meriuhkan keadaan orang-orang sepemikiran. Hanya ini kurang efektif, kalau pergerakan terjadi di dalam kelompok terbatas yang homogen dengan harapan perubahan kepada lingkungan luas yang heterogen.

Realita akan mengalir seada-apanya, bukan seapa-adanya. Melalui hukum alam, yang ada ya ada dan yang tidak ada ya tidak ada. Juga prinsip bahwa, yang sudah ada memang sudah sepantasnya ada dan tidak bisa ditiadakan. Maka kalau ada normalisasi, penanganannya juga dengan mengadakan normalisasi bukan dengan menafikan adanya normalisasi.

Kalau ada normalisasi perilaku parkir di trotoal, adakanlah normalisasi menempelkan stiker dengan lem super kuat di kendaraan yang terparkir itu. Kalau ada normalisasi perilaku menyenangkan orang lain, adakanlah normalisasi mengurangi keterlibatan dengan orang yang ingin disenangkan melulu.

Bahkan adanya normalisasi mengadakan nornalisasi itu pun, bisa direspon dengan mengadakan normalisasi menghadang orang-orang yang melakukan normalisasi. Akhirnya kembali seperti yang disebutkan pada paragraf pertama di kalimat pertama. Sama sekaligus beda, sama bentuknya beda kedalaman pemahaman(dari pengalaman)nya.

You May Also Like