2 Hari terpenting dalam proses pindah rumah akhirnya tiba. Ini akan menjadi hari yang paling melelahkan. Pertanyaan saya yang terus menerus berkecamuk dalam pikiran saya adalah, apakah bisa selesai? Jika melihat kondisi rumah yang kacau balau, sepertinya saya pesimis dapat terselesaikan. Tapi saya tahu jika hanya berandai-andai, tidak akan pernah ada akhirnya.
" You underestimate yourself too much, Dad!" Kata Kano.
" Well, I am old. I don't think I can keep up, No." Kata saya.
"You kept asking if my friends are gonna come to help us. But now you can see, both of us can do it without their help." Kata Kano lagi
Saat itu memang kami sedang mengangkut kasur untuk dimasukkan ke dalam truck. Kasur itu sangat berat, saya tidak yakin kami berdua dapat melakukannya. Lalu Kano punya ide. Saya punya sebuah papan beroda. Dulu saya buat untuk platform printer besar dan berat. Jadi saya dulu membeli sebilah papan di toko bangunan, dibawahnya saya beri 4 buah roda. Nah Kano punya ide untuk meletakkan kasur berat itu di atasnya lalu didorong. Ide itu sangat cemerlang, buktinya kurang dari setengah jam, kasur, mattress box dan mattress frame sudah berhasil masuk ke dalam truk. Tinggal kami berdua mengangkutnya ke apartemen Kano.

Kami memang menyewa truk lumayan besar dari tempat penyewaan kendaraan bernama U-Haul. Persuahaan ini memang menyewakan bermacam, macam peralatan untuk pindah rumah, seperti truck berbagai ukuran, gerobak gandengan, dan lain-lain. Saya memilih menyewa truk yang paling kecil. Truk kecil itu kalau diandingkan dengan mobil Elf, jauh lebih besar dan lebih tinggi. Terus terang saya agak khawatir dan nervous untuk mengemudikannya. Kendaraan yang paling besar yang pernah saya kemudikan mungkin ya Jeep Rubicon yang beberapa hari terakhir saya pergunakan yang merupakan milik mas Aris, sahabat saya. Ada untungnya saya sering mengemudikan Jeep, sehingga saya merasa lebih percaya diri untuk mengemudikan kendaraan yang jauh lebih besar.
Nah kami bertiga tadi siang berangkat ke tempat U-Haul tadi. Saya sudah punya reservasi untuk mengambil truk pukul 4 sore dan rencananya akan dikembalikan besok pada jam yang sama. Saya hanya butuh pinjam selama 24 jam. Tujuan utama pinjam adalah untuk dapat memindahkan kasur. Jika koper dan doos, saya sebetulnya dapat menggunakan jeep. Tapi karena kasur itu besar dan berat, tidak bisa menggunakan kendaraan biasa, butuh truk dengan bak tertutup. Saya tiba di lokasi menjelang pukul 4 sore. Langsung dilayani dan pada saat yang sama juga saya membeli mattress bag, yaitu plastik besar untuk membungkus kasur, sehingga ketika dipindahkan tidak kotor apalagi jika diseret-seret di dalam truk atau lebih parah jika kena lantai atau tanah ketika membawa dari rumah ke truk. Saya bersyukur memiliki ide membeli plastik itu sebab ternyata memang sangat berguna untuk melindungi kasur tadi.
Kantor U-Haul ada sedikit di luar kota. Kalau menurut peta jaraknya sekitar 7 miles, atau sekitar 11 Km. Untuk di kota saya, itu termasuknya jauh. Padalah jika dibandingkan rumah saya di bandung ke sekolah Kano di Smipa dulu, ada sekitar 14km. Well, Bandung memang kota yang jauh lebih besar dan penduduknya berkali-kali lipat lebih banyak, sekitar 17 kali lipat. Fort Collins penduduknya hanya sekitar 160 ribu jiwa saja, dibandingkan dengan Bandung yang hampir 3 juta jiwa! Jadi memang tidfak dapat dibandingkan. Eniwei, sesudah tiba di tempat saya langsung diantar menuju truk yang akan saya kemudikan. Beberapa menit kemudian saya sudah berada di jalan. Kano dan Nina sudah pergi dengan Jeep karena harus mengurus jaringan telepon Nina, jadi saya mengemudi truk sendirian.
Benar saja, mengemudi truk ini memang agak berbeda, tapi hanya butuh sebentar untuk menyesuaikan diri. Entah siapa yang menyewa truk itu sebelum saya, sebab sepanjang jalan radio yang diputar semuanya lagu-lagi Mexico. Saya tersenyum-seyum sendiri sambil membayangkan diri sebagai petani dengan topi sombrero dan memakai ponco tenun berusaha membawa hasil bumi ke pasar sambil mendengarkan mariachi hahaha.. Seru juga ternyata. Ini untuk pertama kalinya saya mengemudikan truk. Sulu pernah naik truk tronton besar dengan 18 roda. Saya ingat bercerita tentang itu dan berandai-andai sebagai sopir truk besar, seperti di film BJ and The Bear hahaha. Nah kali ini karena truknya kecil, ya melamun menjadi petani hahaha.. Ya, saya berusaha menulis semua pengalaman seru yang terjadi selama di rantau. Ini salah satunya.
Eniwei, rencana memindahkan kasur berhasil. Malah tadinya kami akan memindahkannya hari Minggu, tapi kami majukan sehingga hari minggu nanti kami hanya perlu mengurus barang-barang yang akan dikirim ke tanah air, yang akan kami bawa sendiri serta yang annti akan dititipkan dan baru akan kami bawa pulang ketika nanti kami berkiunjung atau ketika Kano berlibur mengunjungi kami di Bandung.