Suatu hari istriku berkata : "Beh, sedih rasanya, ikut kotori bumi tapi ga bisa berbuat sesuatu." Dalam hatiku, apalagi yang dia mau ya.
"Coba cerita lebih detail?" kataku. "Kan kita tahu, kita produksi sampah, dan kita cuma bisa buang aja, ga bisa ngapa-ngapain. Kalau sampah makanan, ada ayam yang bisa bantuin, kalau sampah yang lain? Dibuang di tempat sampah begitu aja." Jujur aja, saya ga tahu mau jawab apa. Dalam hati, kan ada petugas kebersihan. Nanti itu tugas mereka. Cuma biasanya ini akan menjadi beban pikiran saya.
Hari ini, kami berjalan-jalan ke IKEA. Sepanjang jalan, kami melihat rumput yang biasanya hijau di KBP, sekarang menjadi coklat. Kami bercerita dengan anak tentang panasnya Bandung saat ini. "Tadi papa baca, banyak pinguin mati di kutub utara gara-gara es mencair." "Tapi di sana kan masih dingin Pa." King menyahut cepat. Teringatlah Atin baru sembuh sakit. Saya bisa bercerita, "Cece kalau sehat, suhunya berapa?" tanyaku. "36 begitu Pa", kata Trystin. "Kalau kemarin sakit suhunya berapa?" tanyaku lagi. "38 sekian Pa", jawab King yang rajin cek suhu cecenya. "Itu cuma naik 2 derajat lho, tapi cece bisa sakit. Begitu juga dengan hewan, bisa berakibat banyak kepada mereka." Dan entah kenapa, beberapa hari yang lalu, kami senang sekali, telur ayam menetas 3 dan 4 anak kelinci kecil tiba-tiba keluar sarang. Tapi kemarin, semuanya mati. Entah apa yang terjadi. Kami cuma bisa menebak-nebak. Apa ada kucing yang masuk atau karena panasnya cuaca ini. Cepat sekali bahagia ini jadi sedih.
Sebelum di IKEA, kami berjalan-jalan di Bumi Hejo, terasa panas sekali di sana. Tapi anak-anak senang karena banyak sekali jajanan menarik. Cuma sebentar di sana, dan kami langsung ke IKEA. Di IKEA, kami bertemu teman HS Trystin dan King. Cukup lama kami berbincang, padahal setiap hari Jumat juga bertemu. Cuma ini ada papanya. Jadilah membahas perkembangan anak-anak.
Di dalam IKEA, terasa sejuk. Sebenarnya ke IKEA, cuma untuk berputar-putar saja. Cuma anak-anak ini suka sekali makan di sana. Jadilah setelah berputar-putar, kami mampir ke cafenya. Sehabis makan, ketika di pintu keluar. Terasalah angin hangat menuju panas. Kembali pikiranku, apa yang sudah kuperbuat, sehingga bumi ini menjadi panas?
Sepakat bu, Bandung hareudang pisan, anak-anak juga banyak yang sakit, semoga kita semua disehatkan. Aamiin