Hal yang menarik dari biji coklat adalah warna awalnya yang merupakan warna ungu. Warna ungunya sendiri cukup pekat dan gelap. Bijinya ini seperti remah-remah kecil yang kemudian disatukan. Sehingga menimbulkan bentuk seperti retak-retak. Walaupun seperti ada bentuk retak, bijinya ini tidak rapuh namun bisa kita pecah-pecah juga dengan tangan.
Jika ingin mencoba membuat coklat dari biji kakao sendiri, sebenarnya tidak terlalu sulit. Tapi butuh waktu cukup lama sehingga kita harus sabar. Bagian yang membuat prosesnya lama adalah bijinya ini perlu difermentasi terlebih dahulu. Sebagian besar sumber di internet yang aku lihat menunjukkan cara mereka memfermentasi bijinya hanya dengan menaruhnya di mangkuk, ditutup dengan kain, dan dibiarkan di tempat hangat selama 1 minggu.
Setelah selesai fermentasi, tahap selanjutnya adalah memanggang biji tersebut. Setelah dipanggang, biji ini jadi bisa dikupas dan menghasilkan dua hal. Pertama adalah kulit tipis yang sepertinya adalah daging halus yang mengering, dan remah-remah yang akan kita olah menjadi coklat. Kita hanya akan mengambil bagian remah-remahnya saja, yang kemudian akan dimasukkan ke food processor bersamaan dengan gula secukupnya atau sesuai selera. Sebenarnya tanpa ditambahkan bahan lain pun lama-lama dia akan menjadi agak cair teksturnya, tapi beberapa orang ada yang menambahkan minyak juga. Hal terakhir yang kita lakukan hanyalah mencetaknya saja ke wadah yang sudah ditentukan.
Sayangnya, aku terlambat mengolah biji kakao yang aku miliki, sehingga saat dibuka ternyata sebagian besar sudah membusuk. Terlihat dari bijinya yang berwarna kecoklatan dan agak kering. Akhirnya aku pun hanya mendapatkan sekitar 5 biji dan aku sendiri pun tidak yakin apakah itu masih layak diolah.