AES036 Sekolah Hewan: Prolog
maulrest
Thursday February 23 2023, 10:59 AM
AES036 Sekolah Hewan: Prolog

Ayah agak sedikit risih dengan kegaduhan di pagi hari ini. Padahal gaduhnya tidak selalu bersuara, lebih banyak membuat gaduh di pikiran. Tidak heran karena hari itu adalah pengumuman seleksi penerimaan Sekolah Burung Hantu.

“Tidak bisa tidur Burung Hantu tua itu, ia sangat khawatir jika anak terakhirnya tidak bisa bersekolah di SBH.” Terdengar celetukan ayah dari luar kamar tentang kekhawatiran salah satu orang tua burung hantu yang ketakutan jika salah satu anaknya tidak bisa masuk ke Sekolah Burung Hantu atau lebih sering disebut SBH.

Kekhawatiran ini bak virus yang bisa menyebar dengan cepat. Awalnya hanya si Burung Hantu tua yang khawatir, namun keesokan harinya sudah terlihat keriuhan dari segerombolan ibu-ibu yang bergegas untuk terbang ke papan pengumuman di depan pohon besar yang sudah lama tumbuh di tengah-tengah SBH.


SBH merupakan salah satu sekolah tertua dan ternama di hutan rimba ini. Dengan konsisten sekolah ini bisa mempertahankan filosofi pendidikannya yang berakar dari kalimat 
“Wisdom from Knowledge,” bahkan setelah 100 tahun sekolah ini didirikan pertama kalinya dengan penanda kalimat semboyan yang terukir di batang “pohon kebijaksanaan” di tengah sekolah.

Tepat di ulang tahun ke-100nya juga, konferensi hutan alam rimba menghasilkan hukum bahwa semua hewan berhak berbaur di sekolah manapun tidak terkotak-kotak oleh spesies. Namun kepala SBH si Burung Hantu Bijak tidak pernah khawatir dengan kebijakan ini bahkan cukup senang mendengar hewan lain bisa merasakan sistem pendidikan sekolahnya.

Lain halnya dengan aku si Burung Hantu Kecil yang sejak malam hari mengurung diri di kamar. Sudah satu minggu aku bertengkar hebat dengan orang tuaku karena ingin masuk ke Sekolah Kuda. Sekolah yang terkenal menghasilkan para pekerja keras dengan kekuatan fisik dan stamina yang tak tertandingi di hutan rimba. Pagi ini aku memberanikan diri untuk meyakinkan kedua orang tuaku.