AES49 PULPEN RUSAK
yantisuryanii7
Thursday August 25 2022, 5:21 PM
AES49 PULPEN RUSAK

Kemarin malam, niat hati hendak menggambar sebuah mandala pada kertas hitam menggunakan pulpen berwarna emas. Setelah dicari-cari, pulpen yang dimaksud memang ada, namun tintanya mampet sehingga tak dapat digunakan. 

Ada hal menarik yang saya lakukan sesaat setelah pulpen itu mampet. Saya tak langsung mengganti pulpen, tapi berupaya menggeluarkan tintanya dengan menggosok-gosok ujung pulpen pada kaca, pindah pada keramik, kemudian pindah pada kertas. Sayangnya tak juga berhasil.

"Ahhaa! Dipanasin ujungnya" ungkapku dalam hati sembari mencari korek hendak membakar ujung pulpen agar panas. Ternyata bukannya menyalakan kompor atau mencari korek pada kotaknya, saya justru mencari Bapak dan meminta Bapak membakar ujung pulpen saya.

Saat saya memerhatikan Bapak sedang sibuk menggosok-gosok pulpen di atas kaca, di atas keramik, hingga mengambil secarik kertas. Saya paham, hal ini yang sering kami lakukan beberapa puluhan tahun lalu.

Sewaktu sekolah, jika pulpen kami rusak, Bapak dan Mama tak langsung membuangnya atau menggantikan dengan pulpen baru. Tapi mereka akan segera menggosok-gosok pulpen pada kaca, keramik, hingga secarik kertas. Hasilnya? pulpen akan kembali lancar untuk digunakan. Jika belum berhasil, biasanya Bapak akan memanaskan ujung pulpen menggunakan koreknya, dan kembali mencoba menggosokkan ujung pulpen pada kaca. Dalam seketika pulpen akan kembali dapat digunakan.

Ingatan itu hadir kembali tadi malam, kisah manis prihal pulpen rusak. Tanpa saya sadari rangkaian urutan dalam merespon pulpen rusak saya sama seperti respon Mama dan Bapak waktu kami masih sekolah.

Segala yang rusak tak melulu harus diganti, karena tak ada yang benar-benar rusak. Dan cerita itu selalu mengajarkan saya untuk menghargai hal-hal sederhana. Terima kasih

Andy Sutioso
@kak-andy   4 years ago
Wow keren... ☝️
You May Also Like