AES025 Dualisme Fajar
carloslos
Saturday September 21 2024, 11:20 AM
AES025 Dualisme Fajar

Pagi ini untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, aku akhirnya melihat fajar yang memukau. Cahaya jingga perlahan merayap di ufuk timur, menerangi dunia yang masih dibalut sisa-sisa keheningan malam. Ada rasa syukur yang tiba-tiba menyelimuti hati seolah-olah alam semesta memberi isyarat bahwa momen ini bukan sekadar rutinitas harian, tetapi sebuah anugerah yang langka. Melihat fajar, aku menyadari betapa sering aku terlewatkan dalam menikmati hal-hal sederhana namun penuh makna. Pagi ini dengan segala ketenangannya, seolah-olah mengingatkanku bahwa setiap detik adalah kesempatan untuk mensyukuri hidup, bahwa fajar hari ini mungkin tidak akan terulang esok.Β 

Saat melihat fajar itu, aku teringat kata-kata salah satu kakak yang pernah ia ucapkan di suatu pagi. β€œKadang kita tidak membiasakan bersyukur, belum tentu kita dapat melihat matahari terbit lagi.” Kata-kata itu, meski terdengar sederhana kini terasa begitu dalam. Fajar tidak hanya indah sebagai fenomena alam, tapi ia mengajarkan sesuatu yang lebih besar bahwa setiap pagi adalah anugerah yang tak selalu kita syukuri. Terkadang dalam rutinitas sehari-hari, kita lupa bahwa melihat matahari terbit bukanlah hal yang pasti bisa kita nikmati di keesokan hari.Β 

Ada dualisme dalam fajar, di satu sisi ia adalah awal baru sebuah kesempatan untuk memulai hari dengan energi segar dan optimisme. Di sisi lain, fajar mengingatkan kita akan kehadiran waktu yang terus bergerak maju, sebuah pengingat halus bahwa tidak semua orang berkesempatan menyaksikannya setiap harinya. Fajar adalah simbol kehidupan yang berlanjut, tetapi juga pertanda bahwa setiap hari yang berlalu adalah satu kesempatan yang telah diberikan dan belum tentu akan terulang.

Hari ini saat melihat fajar, aku merenung. Betapa sering kita terjebak dalam kesibukan dan lupa menikmati hal-hal kecil seperti ini. Fajar dengan segala keindahannya, adalah pengingat untuk bersyukur bukan hanya untuk hari ini. Tapi untuk setiap kesempatan yang diberikan hidup. Mungkin kita tidak selalu bisa melihatnya, tapi saat kesempatan itu datang biarkan fajar mengisi hati kita dengan rasa syukur yang mendalam.

Dualisme fajar mengajarkan dua hal penting: keindahan yang mengundang kekaguman dan refleksi tentang betapa rapuhnya waktu. Setiap fajar adalah sebuah hadiah, sebuah harapan, dan pada saat yang sama sebuah pengingat untuk tidak membiarkan momen-momen berharga berlalu begitu saja tanpa kita sadari. Dan hari ini aku bersyukur meski jarang bangun untuk melihatnya, aku diberikan kesempatan untuk menyaksikan fajar dan dengan itu merenungi makna dari kehadirannya yang agung.

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Whoaaa. Carlos ini tulisannya keren bangeet. Terima kasih banyak... πŸ™πŸΌπŸ€—πŸ˜‡
carlos
@carloslos   2 years ago
Hatur nuhun kak udah baca πŸ™