AE S 104 Buku Petualang K11 -Kemah-
Zacky Hudaya
Tuesday March 15 2022, 3:50 PM
AE S 104 Buku Petualang K11 -Kemah-

Semester pertama kami sibuk dengan mengurus proyek mandiri, melakukan rencana kegiatan sendiri sesuai bidang yang digeluti. Bulan terakhir kami memutuskan untuk berkemah walau lokasi masih dalam kota. Melihat situasi pandemi kami pun tidak mau mengambil resiko berlebih, kami pun memutuskan untuk berkemah di area Curug Layung. Melepas kepenatan dari berbagai tugas akhir yang cukup menumpuk, dengan berkemah ini membuat pikiran dan perasaan bisa lebih segar kembali. Jarak tempuh dari sekolah tidak cukup terlalu jauh, kami berangkat bersama dengan menaiki mobil da nada pula yang memakai motor. Sebelum sampai ke tempat tersebut kami sedikit mengalami masalah, medan jalur yang cukup terjal dan jalanan pun masih batu bukan aspal. Maka dari itu mobil yang kami naiki beberapa kali mengalami kendala untuk sampai ke tempat tersebut. Alhasil kami pun sampai ke tempat tujuan dengan selamat, sesampai di sana kami pun beristirahat sejenak sembari menunggu teman-teman lain datang. Kawasan yang sangat sejuk dan memang cukup sepi mungkin karena situasi pandemi membuat aku bisa lebih tenang dalam menjalani aktifitas kemah bersama teman-teman. Kegiatan yang pertama kami lakukan saat hari  itu juga yaitu mencari lokasi berkemah yang cukup strategis dengan artian tidak terlalu jauh, medan yang rata, dan tidak menghalangi jalur pejalan kaki. Kami pun mendapatkan spot atau tempat yang cukup nyaman. Kami membereskan beberapa sampah, ranting, dan bebatuan kerikil yang nantinya akan pasang tenda di lokasi tersebut. Awal pun sudah terlihat bahwa manfaat berkemah bukan hanya mendapatkan keceriaan namun mendapatkan arti dari sebuah kebersamaan. Kerja sama saat berkemah pun teruji dengan teman-teman saat membersihkan tempat pemasang tenda, proses pemasangan tenda, dan masih banyak lagi. Banyaknya pohon pinus membuat kami terasa lebih sejuk dan cuaca saat itu sedikit gerimis. Lokasi kami berkemah tidak jauh dengan curug Layung sehingga pada saat sore hari kami mengunjungi curug tersebut. Banyak spot yang memang nyaman sekali ketika bermin air. Namun perlu hati-hati beberapa spot memang cukup banyak bebatuan sehingga tidak sering aku terjatuh. Arus yang sangat tinggi membuat aku pun hampir saja terseret. Kondisi saat itu cukup gerimis dan suhu air pun cukup dingin tidak banyak teman-teman aku yang bermain air dengan alasan tidak ada baju ganti atau lupa bawa handuk. Lantas hal tersebut tidak membuat aku tak jadi untuk bermain air. Malam hari pun tiba, perut sudah berbunyi  tanda aku sudah mulai lapar. Namun sayang sekali ketika kami ingin membuat hidangan makan malam hujan pun turun cukup deras sehingga area kemah kami cukup basah dan beberapa tenda teman kami pun bocor. Namun hal tersebut adalah sebuah pengalaman, sebelum hujan turun aku memilih untuk membuat saluran air seluruh bagian tenda. Hasilnya terlihat jelas bahwa tenda yang kami buat tidak terkena air setitik pun. Setiap kelompok membuat satu hidangan yang paling enak. Kakak akan mencicip setiap makanan tersebut apakah makanan tersebut enak. Kami memilih menu yang cukup simple yaitu membuat Suki kuah Tomyam. Kuah yang cukup seger dan hangat dengan melihat sejuknya malam hari itu membuat makanan tersebut jauh lebih nikmat. Setelah makan selesai hujan pun mulai reda, kami pun berkumpul untuk mengobrol dan bercanda tawa bersama. Dalam dua hari satu malam ini memberikan sebuah pengalaman adanya kebersamaan dan tidak lupa untuk tetap merawat dan menjaga kelestarian kawasan tersebut. Hari itu menjadikan hari yang cukup menyenangkan dikala pandemi yang di mana kami harus tetap menjaga protokol kesehatan yang ada. Semoga dengan pengalam ini bisa menjadikan pengalaman yang cukup menarik dalam cerita hidup masa pembelajaran di KPB.

You May Also Like