Mudah-mudahan tidak bosan karena saya lagi-lagi membahas masalah ini. Sengaja ditulis agar nempel terus dan juga sekaligus mengingatkan diri sendiri akan pentingnya keseimbangan dalam hidup.
Beberapa hal yang jelas adalah bahwa saya doyan makan (Hahaha) dan senang berolahraga. Dua hal itu sebetulnya sudah terdengar seimbang, yang saya makan kemudian saya bakar dengan olahraga, tapi ternyata kenyataannya tidak demikian. Hitung-hitungan harus tepat jika tetap ingin sehat. Nah sampai di sini mulai jadi serius dan juga rumit.
Olahraga tidak hanya sekedar membakar kalori untuk menghancurkan lemak, tapi juga "membangun" otot tubuh yang sehat. Yang saya banyak lakukan adalah cardio yang menyehatkan otot jantung serta cara membakar kalori yang paling efektif seperti berlari dan mendayung. Untuk otot-otot tubuh lain saya melakukan latihan core, heavy lifting dan reps yang tujuannya untuk "membongkar/menghancurkan" serat-serat oto lengan seperti bicep, tricep otot-otot kaki dan sebagainya lalu tubuh akan "memperbaiki" otot-otot itu dan mengganti dengan yang lebih kuat. Teorinya begitu.
Biasanya orang berolahraga untuk membakar lemak, itu normal dilakukan oleh semua orang, terutama yang ingin menurunkan berat badan. Yang saya inginkan hanya mengembalikan indek massa tubuh ke level sehat, berat badan bisa otomatis terjaga dengan melakukan ini. Tapi bayangkan mereka yang ingin menurunkan berat badan dan berolahraga sangat keras tapi tidak berhasil? Coba bandingkan, berlari non-stop selama 30 menit itu membakar sekitar 300 kalori, lalu minum 1 gelas boba tea yang setara dengan 500 kalori.. tekor bukan? Ya! Saya setuju jika ada yang berkata bahwa hidup itu tidak fair! Hahahaha... Itu baru boba loh, bayangkan sehabis olahraga kita makan hamburger di McD yang kalorinya hingga 1200 keatas! Hidup itu seolah-olah default nya adalah penderitaan! Betul khan? Hahahaha
Jika kita rajin berolahraga tapi terus menerus berat badan kita naik, itu artinya jumlah kalori yang kita makan lebih besar daripada kalori yang kita bakar. Mengetahui ini sebetulnya tidak perlu kita langsung diet dan berlapar-lapar seumur hidup. Itu sih namanya penderitaan tanpa akhir. Yang seringkali kita butuh hindari justru mengkonsumsi gula dan karbohidrat. Minum es teh manis atau coca cola itu yang sebetulnya bisa kita hentikan. Jika kita memang kepingin yang manis-manis, ganti dengan buah-buahan. Saya membiasakan diri makan sayur-sayuran sebelum menu utama, dengan demikian saya sudah mulai merasa kenyang sebelum makan nasi, misalnya, jadi jumlah nasi bisa dikurangi. Saya memilih karbohidrat yang lebih sehat dan lebih banyak serat. Maklum namanya perut kampung yang namanya nasi sulit dihindari.
Makanan otot adalah protein. Nah ini juga seru. Sesudah babak belur di gym dan otot tubuh dibongkar, tubuh butuh memperbaiki otot-otot ini dengan jaringan otot yang baru dan lebih kuat. Nah proses ini membutuhkan asupan protein yang cukup. Masalahnya protein yang bagaimana? Enaknya memang makan es krim, kue-kue bahkan junk food seperti ayam goreng KFC atau hamburger dari BK atau McD. Cocok bukan? Tujuan olahraga itu khan supaya bisa makan enak! Hahaha. Tapi kita lupa akan lemak! Makanan itu sarat dengan lemak yang sangat tidak sehat. Ujung-ujungnya cardio yang mati-matian kita lakukan untuk membakar lemak tidak ada gunanya. Jadi memang kita harus pandai-pandai membentuk pola makan yang sehat.
Sesudah pola makan sehat terbentuk lalu kita dapat membiasakan diri dengan berolahraga yang baik dan teratur. Olahraga cardiovascular seperti berenang, lari, mendayung atau bersepeda dapat membantu membakar kalori yang berlebihan lalu olahraga yang lebih keras seperti sprint (kalau istilah saya: all out) dan angkat berat, core dan sebagainya dapat membantu meningkatkan metabolisme yang artinya bahkan nanti ketika sedang beristirahatpun kalori tetap terus dibakar. Enak bukan?
Nah kalau metabolisme kita yang baik sudah terbentuk sebetulnya kita tinggal mempertahankan pola demikian dan bisa dengan santai menikmati hidup yang sehat.
Membakar lemak yang berlebihan menuntut pengurangan asupan makanan (mengganti dengan makanan sehat dan banyak serat), tapi sambil melakukan itu butuh juga membangun kekuatan otot. Membangun otot itu butuh protein namun bukan berarti seenaknya makan es krim atau ayam goreng KFC, karena makanan itu justru menghasilkan timbunan lemak, bukan hanya asupan protein. Cara membangun otot seperti saya utarakan di atas dengan latihan core, angkat berat, push up, sit up dan sebagainya yang secara harafiah mem- break down jaringan otot lalu diperbaiki dengan jaringan baru yang jauh lebih kuat. Bahan bakar untuk perbaikan itu, seperti saya ungkapkan juga adalah protein. Yang paling mudah sebetulnya suplemen protein. Nah ini sangat convenient sebab yang saya lakukan tinggal beli shake yang memang dibuat sebagai asupan protein dan vitamin-vitamin lain tanpa ada kadar lemak berlebihan. Minum sebotol kecil sekitar 300 ml, saya sudah kenyang dengan asupan protein hingga 30 gram. Itu bisa jadi sarapan saya karena rasanya seperti coklat susu! Yang penting selama tubuh mendapat asupan protein yang cukup dan tetap terus berolahraga dengan giat, saya bisa agak santai sedikit dengan junk food. Sesekali atau beberapa kali sebulan saya masih bisa menikmati Whopper melt dengan daging 2 tangkap dan keju meleleh-leleh tanpa merasa bersalah atau merusak program sehat saya! Begitu! Saya hanya ingin bagi-bagi trik dan pengalaman saja. Terakhir, saya cuma ingin sehat bukan ingin jadi Arnold Suasanasegar! Hahahaha...