AES004 Tabungan Pertama
Mega
Wednesday October 20 2021, 1:42 AM
AES004 Tabungan Pertama

Sejak pandemi yang menyebabkan belanja online menjadi sebuah kebutuhan, tanpa disadari sampah kemasan di rumah kami menumpuk drastis. Kadang-kadang kami menyempatkan diri ke sekolah sekadar menitipkan sampah di fasipisa, tapi saat PPKM kemarin selama beberapa bulan kami tidak lagi datang ke sekolah.

Suatu hari aku melihat postingan @Lei tentang layanan HWM (Household Waste Management)-nya Bank Sampah Bersinar (BSB). Jadi, ceritanya BSB bisa mengangkut sampah -organik maupun anorganik- dari rumah kita. Tidak semua sampah bisa mereka olah; ada juga yang akan mereka kirimkan ke TPA, seperti kemasan mika, kayu, wadah styrofoam, karet, dll. Untuk sampah terpilah yang bisa didaur ulang oleh BSB, kita akan mendapatkan tabungan dalam bentuk rupiah. Dan bulan lalu untuk pertama kalinya kami menabung sampah di bank sampah. Hasilnya? Kami berhasil menabung 21.380 rupiah untuk 15,7 kg sampah anorganik terpilah!

Senang? Heheheโ€ฆ jujur, rasanya seperti saat menerima gaji pertama. Bukan nilai uangnya yang penting, tapi rasa bangga karena jerih payah mencuci dan mengeringkan kemasan-kemasan produk yang kami konsumsi membuahkan hasil. Ya, meskipun tujuan utama melakukan itu semua untuk mencegah sampah dari rumah kami tidak berakhir di TPA. Setidaknya, sebagian besar.

O ya, layanan HWM ini tidak gratis tentunya. Biaya per pengambilan sebesar 35.000 rupiah. Mereka menggunakan mobil grandmax berkapasitas satu ton dan menyediakan timbangan juga. Lho, masa mau membuang sampah aja harus bayar? Lebih besar ongkos pengambilannya dong daripada tabungannya? Iya sih, tapi itu adalah biaya pertanggungjawaban kami karena sampah yang kami hasilkan. Apa yang kami lakukan ini tak ada apa-apanya bila dibandingkan pekerjaan para pekerja di bank sampah. Yang kami pilah hanya sampah kemasan yang isinya kami konsumsi, sedangkan mereka?

DarthMalfoy
@vania   5 years ago
Keren
Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Saya belum pernah coba layanannya HWM, Terima kasih sharingnya Mega. Layak dicoba. Saya juga tertarik mencoba Octopus - yang aplikasinya ada di Android. Soal mengeluarkan biaya, saya pikir ini sangat wajar ya. Karena kita itu tidak pernah bayar biaya ekologis. Kita taunya cuman nyampah, jadi kita perlu membiasakan diri memikirkan tentang biaya lingkungan - supaya limbah kita lebih terurus - toh kemampuan kita mengolahnya juga sangat terbatas. ๐Ÿ™๐Ÿผ๐Ÿ˜Š
Mega
@mega   5 years ago
Iya kak, saya juga blm coba octopus. Awal2 ada di grab, pilihan jenis sampahnya masih sedikit, cuma botol plastik, Skrg sudah makin banyak itemnya sepertinya. Setuju soal mengolah sampah, mungkin pola pikir kita mesti diubah ya, kl kita tdk mampu ya serahkan pd ahlinya saja. ๐Ÿ˜Š
You May Also Like