Belakangan ini rasanya banyak berita yang kurang menyenangkan ya? Beberapa di antaranya justru membuat pembaca merasa nggak nyaman karena topiknya yang sensitif, terutama bagi yang memiliki trauma berkaitan dengan topik-topik tersebut. So, let’s talk about Trauma and How To Deal With It.
Trauma adalah respon seseorang terhadap suatu kejadian buruk. Beberapa bentuknya dapat berupa:
Normalnya, respon tersebut dapat muncul hingga kurang lebih sebulan setelah kejadian. Jika kemunculan respon sudah melebihi satu bulan dan kamu merasa terganggu, segera konsultasikan kepada psikolog atau konselor yaa.
Berdasarkan penyebabnya, trauma bisa dibagi menjadi:
Kejadian traumatis itu sendiri dapat berasal dari kejadian yang menyerang fisik maupun psikologis korban, seperti…
|
Fisik |
Psikologis |
|
Kekerasan fisik |
Kematian orang yang dicintai |
|
Bencana alam |
Bullying |
|
Penyakit parah |
Pasangan yang selingkuh |
|
Pelecehan seksual |
Pengabaian dari keluarga dan lingkungan dekat |
How To Handle Your Trauma:
Meskipun tidak mudah untuk dilakukan, berusaha untuk meresapi hal baik yang terjadi saat ini dapat membantumu merasa lebih tenang. Dengan memfokuskan diri pada saat ini, perlahan kamu dapat terlepas dari perangkap masa lalu.
Mengonsumsi makanan yang sehat, cukup tidur, dan berolahraga secara teratur dapat membantumu kembali ke rutinitas. Selain itu, kamu juga bisa mulai melakukan hal-hal yang kamu sukai, untuk meredakan stres.
Rasa bersalah, malu, marah, kecewa, dan sedih memang wajar dialami saat trauma. Namun, seringkali kita malu untuk mengakuinya. Dengan berusaha menerima perasaan-perasaan tersebut, kamu juga akan mempermudah proses pemulihan diri.
Mencari bantuan di masa sulit bukanlah hal yang memalukan. Bercerita kepada orang terdekatmu dapat membantu mengurangi perasaan sendiri dan/atau kesepian. Selain orang terdekat, kamu juga bisa berkonsultasi kepada tenaga profesional.
Sedihnya, memang masih banyak orang yang berpikir bahwa pergi ke psikolog berarti “gila”. Padahal, sama halnya dengan saat pergi ke dokter, kamu tidak perlu mengalami “sakit” berat untuk berkonsultasi dengan psikolog.
Jadi, jangan menganggapnya sebagai aib, ya! Alih-alih menjadi seorang yang lemah, mencari bantuan ke tenaga profesional justru menandakan bahwa kamu siap untuk menjadi dirimu yang lebih baik.