Wayang padi. Iya, kesenian ini baru aku ketahui dan aku coba buat saat aku mengikuti YouthCamp. Nah sebenernya apa sih YouthCamp itu? YouthCamp adalah kegiatan selama 5 minggu, dimana kita akan berdiskusi, mengikuti kelas dengan narasumber yang beragam serta melakukan virtual field visit, bersama dengan teman-teman SMA seluruh Indonesia. Walaupun dari seluruh Indonesia, nantinya kita akan dibagi lagi perkelas untuk mengikuti pembekalan dan virtual field trip yang berbeda.
Aku sendiri mengikuti kelas Jabar, dimana disana kita membahas mengenai banyak hal yang berkaitan dengan toleransi, pluralisme, membangun karakter moderat dan masih banyak lagi. Kelas ini berlangsung setiap hari Sabtu dari jam 10.00 sampai jam 15.00. Selama kegiatan itu kita ada berdiskusi, bermain bareng (kahoot, bahkan sampai main gombal2an) dan mengikuti sesi materi.
Dan hari ini, adalah hari terakhir dimana kita melakukan virtual field visit. Untuk kelas Jabar kita mengunjungi AKUR Sunda Wiwitan yang berada di Cigugur Kuningan. Sebelum kelas, peserta dikirimkan paket berisikan padi, wayang padi yang sudah jadi serta berbagai makanan dan minuman untuk cemilan saat kelas nanti. Seru bangett deh pokoknya, pas dapet paket langsung jadi gasabar banget untuk ikut kelasnya. Nah pagi-pagi kita ada pameran seni dulu, jadi selama seminggu sebelum virtual field visit ini, peserta diminta untuk mengumpulkan karya seninya terkait toleransi boleh dalam bentuk apapun (video, puisi, cerpen dll) untuk dipamerkan, dan nantinya akan dipilih pemenang dari pameran tersebut.
Setelah itu kita baru masuk ke sesi virtual field trip, dimana ceritanya selama 5 menit kita dalam perjalanan (di play video perjalanan) dan kita boleh mengkonsumsi cemilan yang diberikan kemarin. Setelah itu kita masuk ke sesi materi dimana ada pemateri yang bercerita dan materi dari video juga, kemudian kami berdiskusi mengenai agama sunda wiwitan, apa saja kendala yang mereka hadapi, sebagai agama yang belum diakui negara dan masih banyak lagi. Setelah itu kami juga ada sesi game untuk tau sejauh mana sih kami tahu dan menangkap materi mengenai sunda wiwitan dan budaya-budayanya. Tidak lupa setelah itu kami juga melakukan sesi speed dating, jadi kami dibagi di beberapa breakout room untuk berdiskusi lebih intens dan melakukan refleksi dari kegiatan yang sudah berjalan 1 bulan ini.
Setelah berefleksi, kami masuk ke acara yang paling ditunggu-tunggu, yaitu membuat wayang padi. Jadi kami tersambung dengan Mang Aan, yang ada di Cigugur dan kami belajar membuat wayang padi secara online. Jujur susaaaah banget ternyata. Saat aku melihat wayang yang sudah jadi, aku sudah berpikir wah kayaknya akan susah nih buatnya, soalnya bagus banget dan rapih, dari padi pula bahannya, pasti sulit. Ternyata benar saja, apalagi kita mempelajarinya secara online, pasti kendalanya jadi lebih banyak. Kakak-kakak yang waktu itu berkesempatan membuat wayang padi secara langsungpun masih kesulitan, apalagi kita yang hanya sebentar dan belajarnya online. Padi yang digunakan untuk membuat wayang sebanyak 20 batang, karena menggambarkan 20 organ tubuh manusia. Dan padi yg digunakan pun padi khusus yang katanya sudah sulit dicari.
Walaupun akhirnya wayang padi kami tidak jadi, tapi rasanya senang sekali bisa belajar mengenai kesenian yang ada di Jawa Barat dan bertemu dengan banyak teman baru dan kakak-kakak pendamping yang pastinya seru abis dan sangat supportif. Ga nyangka ternyata kegiatan selama 1 bulan ini bisa membangun relasi yang baik dan belajar banyak hal baru..
wah menarik banget Ta.. kesulitanny lebih karena bahannya atau teknik merangkai/mengikatnya Ta?
Dua2nya sih kak😅 padinya kan rada kering gitu jadi kalau dilipet terlalu keras jadi patah. Terus belajar ngelilit dan ngiketnya juga susah, mungkin krn online juga ya kak jadi kurang jelas dan ga bisa nanya langsung...