AES#156 Uang Bekerja Untuk Kita, atau Kita Yang Bekerja Untuk Uang?
Natasha Setyamukti
Friday April 22 2022, 8:02 AM
AES#156 Uang Bekerja Untuk Kita, atau Kita Yang Bekerja Untuk Uang?

Sekarang ini, aku sedang membaca sebuah buku yang menurutku pribadi sangat bagus. Sebelum memutuskan untuk membaca buku ini, aku sempat menonton beberapa video pengembangan diri dan buku ini sangat direkomendasikan. Mungkin untuk teman-teman yang suka membaca, judul dari AESku sudah menujukkan buku apa yang sedang aku baca.. Ya, aku sedang membaca buku Rich Dad Poor Dad, buku yang ditulis oleh Robert.T.Kiyosaki ini mengajarkan kita bagaimana memandang uang, bagaimana membuat uang bekerja untuk kita, bukan kita yang bekerja untuk uang. Kemarin, hal ini juga sempat didiskusikan dengan Kak Andy, tentang lingkaran setan seseorang bekerja, ia bekerja hanya untuk membayar ketika kita sakit nanti karea bekerja. Kita tidak memaknai apa yang kita lakukan. 

Buku ini baru aku baca sedikit, tapi sudah banyak poin yang bisa aku refleksikan. Menceritakan perbedaan mindset orang miskin dan orang kaya, yang nyambung lagi dengan diskusi kemarin, tentang bagaimana kita memaknai dan memandang sesuatu karena itu bisa mempenagaruhi hidup kita. Kebanyakan orang bekerja karena takut, bukan karena mereka menyukai pekerjaan mereka, maka dari itu orang berlomba-lomba mencari pekerjaan dengan gaji paling besar. Mereka takut tidak bisa hidup tanpa uang, takut tidak bisa hidup lebih mewah bahkan orang yang sudah biasa hidup mewah takut kehilangan itu semua. 

Pelajaran mengenai pengelolaan uang ini, tidak banyak diajarkan di sekolah, semua diajarkan di rumah. Maka dari itu, orang miskin akan mengajarkan anaknya untuk terus belajar, meraih nilai tinggi agar nanti bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. Sedangkan orang kaya mendorong anaknya untuk belajar menjadi kaya, untuk memahami bagaima uang bekerja dan membuat uang bekerja untuknya. Ia menyebutkan bahwa orang miskin dan kelas menengah bekerja untuk uang, sedangkan orang kaya mempunyai uang yang bekerja untuk mereka.

Di buku ini diceritakan bahwa ada seorang anak dengan 2 ayah, yang satu ayahnya merupakan orang kaya, yang satu lagi merupakan ayah miskin. Meskipun miskin, ayah ini memiliki gelar sarjana dan lulus dari sekolah dengan nilai yang baik. Sedangkan ayah yang kaya tidak memiliki gelar apapun, namun ia memiliki pola pikir yang lebih maju, bagaimana uang bekerja untuk dia, bagaimana ia membangun rancangan bisnis dan mengelola uangnya dengan baik. Sehingga ayah yang miskin meninggalkan banyak hutang, sedangkan ayah yang kaya hidup menjadi orang terkaya di Hawaii. 

Lagi-lagi sudut pandang penting dan menentukan kehidupan.  Gelar tidak menentukan, pola pikir menentukan. Seberapa lama kita bekerja tidak menentukan, kontrol dan kesadaran diri menentukan. 

You May Also Like