"Sebelum pulang kita mampir ke supermarket ya, aku mau beli toge." Kata saya ketika tadi dijemput dari kantor.
"Emang kamu mau masak apa?" Tanya Nina penasaran.
"Di kulkas kita punya banyak tahu." Jawab saya pendek.
"Tahu isi? Asyik!" Kata Nina bersemangat. Dia memang suka sekali tahu isi.
"Bukan, kemarin aku lihat masih punya banyak bumbu tahu gempol." Jawab saya.
Beberapa waktu yang lalu saya memang membersihkan kulkas. Seringkali karena terlalu sering masak, saya suka lupa bahwa masih punya banyak makanan sisa. Kadang memang saya membuat terlalu banyak, lalu sisanya saya bekukan. Jadi di freezer bisa menemukan rendang, bumbu sate, dan sebagainya yang saya beri label dan tanggal. Nah hari ini saya ingin makan tahu gempol.
Makanan memang selalu mempunyai tempat spesial apalagi jika makanan itu dikaitkan dengan peristiwa-persitiwa yang berkesan dalam hidup. Misalnya jika saya pulang kampung menengok orang tua, saya akan pergi ke tempat-tempat makanan tertentu yang istimewa. Di kampung ada tukang sate yang sangat enak. Jika saya ngobrol di WAG teman-teman SD atau SMP, kami selalu ngobrol soal makanan-makanan yang kami gemari. Bahkan ketika reunian sengaja kami memesan makan dari tempat-tempat itu. Kenapa begitu? karena makanan-makanan itu merupakan bagian dari sejarah hidup kami!
Tahu gempol misalnya, itu makanan saya jaman mahasiswa. Ketika tinggal di Bandung sebetulnya paling banyak kami mengunjungi sekali atau dua kali dalam setahun, kadang malah tidak sama sekali, tapi begitu tinggal jauh di luar kota bahkan di rantau, makanan-makanan yang mengingatkan pada masa lalu itu menjadi jauh lebih istimewa! Sekali lagi makanannya mungkin biasa saja, seperti saya katakan barusan, ketika di Bandung jarang makan di sana, begitu jauh justru kangennya sangat tidak tertahan hingga saya terpaksa membuat sendiri versi abal-abalnya! Hahaha..
Jika saya tanya kepada teman-teman, makanan apa yang paling dikangeni, tentu jawabnya tidak jauh dari makanan-makanan yang mengingatkan kita pada masa-masa indah dan memorable di jaman dulu. Mangkanya sangat tidak mengeherankan di sini banyak orang yang berbisnis dengan cara mendatangkan makanan-makanan langsung dari tanah air, dan harganya sangat luar biasa! Apakah ada yang protes? Tidak! Orang-orang malah berebut ketika ditawarkan Mie Naripan, Baso Tahu Kingsley, Pisang Molen Kartika Sari, dan banyak lagi. Padahal kalau dibandingkan dengan harga aslinya di Bandung, bisa 5 hingga hampir 10x lipat! Orang-orang tidak peduli, demi memuaskan kekangenan akan makanan-makanan yang mempunyai tempat istimewa dalam perjalanan hidup.
Saya yakin pasti semua orang punya kenangan tertentu akan makanan favorit. Alasannya sih belum tentu karena makanannya begitu luar biasa, tapi lebih kepada mengingatkan kita pada masa lalu. Misalnya, ada mie goreng pinggir jalan yang mempunyai tempat istimewa di hati saya. Mienya enak, tidak istimewa jika dibandingkan dengan mie di restoran terkenal, tapi saya akan memilih mie pinggir jalan ini karena mengingatkan saya pada jaman masih muda. Ketika itu pulang kuliah Filsafat saya bersama beberapa orang teman berjalan kaki pulang melewati tukang mie ini. Karena kami lelah dan lapar karena sudah mulai gelap, kami mampir. Sebetulnya kami tidak boleh makan di luar karena tidak lebih dari 1 jam lagi kami akan makan malam bersama. Namanya juga seminari, jajan bukan hal yang dianjurkan. Nah kami makan dengan lahap dan memang enak sekali. Tiba di seminari terpaksa kami makan malam lagi sebab takut ketahuan bahwa kami jajan di luar hahahaha! Saya kekenyangan hingga ingin muntah, tapi mie itu memang sangat enak. Sejak saat itu hingga sekarang jika ada kesempatan saya akan mampir ke sana hanya sekedar untuk mengenang masa lalu. Masa-masa ketika bandel!

Tempat-tempat "legendaris" itu memang mempunyai tempat istimewa. Seperti contoh lain, ketika saya main ke Honolulu, saya perkenalkan pada Kano beberapa tempat makan yang bagi Nina dan saya sangat istimewa. Padahal selama lebih dari 10 tahun tinggal di kota itu, mungkin tidak lebih dari 10 kali kami ke sana, namun tempat-tempat makan itu seakan-akan melestarikan identitas kami. Entah apakah istilah itu tepat atau tidak, tapi yang jelas itu seolah-olah menjadi bagian dari hidup. Padahal apa sih hebatnya donat portugis? Ya bagi orang yang tinggal di sana biasa saja walau memang enak sekali, tapi kalau suruh antri hingga ber jam-jam, orang yang tinggal di sana pasti ogah! Nah Nina, Kano dan saya rela berputar-putar mencari parkir lalu sabar antri beberapa jam hanya untuk bisa makan donat! Kami sampai mampir 2 kali, sebab kapan lagi? Nah hal serupa juga terjadi jika saya pulang ke kampung dimana saya dibesarkan. Saya rela menunggu tukang sate yang berjualan di pinggir jalan, sebab sate ini memang tidak ada duanya, padahal hanya diberi kecap yang encer dengan sambal bubuk dan jeruk nipis. Tapi rasanya bagi saya seolah-olah memutar balik waktu ke masa lalu ketika beli sate 10 tusuk harus dibagi orang 6 karena kami tidak mampu membeli 60 tusuk! Nasi dengan kecap sate menjadi makanan mewah bintang 5 ketika saya masih kecil. Itu masa-masa yang tak terlupakan! Jadi tidak salah jika saya menyebutnya "legendaris"!!! Nah pertanyaan saya, makanan istimewa apa yang teman-teman miliki? hahahaha
Sekarang di SMIPA CoOp, ada donat jadoel Joe.. ayo cepet kemari....