AES#46 Menjaga Kesehatan Mental
Natasha Setyamukti
Monday August 16 2021, 9:49 AM
AES#46 Menjaga Kesehatan Mental




Pada masa pandemi ini, rasanya kita jadi mudah lelah karena bekerja dalam satu tempat dan melakukan aktivitas lainnya hanya dalam satu ruangan. Secara tidak langsung hal itu membuat kita jadi mudah lelah karena kita tidak memiliki ruang untuk beristirahat dari pekerjaan.

Maka dari itu semakin banyak orang yang mengeluhkan masalah kesehatan mental. Walaupun begitu, selama berkegiatan di rumah, kita jadi lebih bisa belajar mengelola emosi dan mindfull dalam melakukan aktivititas. Ada banyak kegiatan yang bisa kita lakukan seperti melakukan meditasi, yoga atau sekedar melakukan refleksi. Beberapa hal kecil yang kita lakukan sebenarnya bisa kok membantu menjaga kesehatan mental, seperti

  1. Membagi ruangan antara ruang untuk beristirahat dan ruang untuk bekerja. Membagi ruang membuat kita jadi memiliki waktu istirahat di tengah kesibukan bekerja. Hal itu penting untuk menjaga kesehatan mental kita karena istirahat itu sangat diperlukan bukan hanya untuk kesehatan fisik tapi juga mental.
  2. Membuat jadwal harian. Hal ini mungkin terkesan remeh, namun membuat jadwal harian bisa membuat kalian bekerja secara lebih terstruktur dan membantu mengurangi stress.
  3. Tetap menjaga interaksi sosial. Sebagai mahkluk sosial, kita tentu memerlukan interaksi untuk kelangsungan hidup. Walaupun pandemi, kita bisa tetap berkomunikasi dengan chat atau videocall.
  4. Membatasi pengunaan media sosial karena penggunaan media sosial yang berlebihan bisa membuat kita jadi mudah cemas dan overthinking.

Kata mental health, mungkin masih asing terdengar di telinga. Tapi tahukah kamu, kesehatan mental adalah salah satu aspek di dalam tubuh yang harus kamu jaga. Bagi kebanyakan orang, kesehatan fisik lebih penting dibandingkan kesehatan mental, padahal kalau kita tidak sehat mental, kita tidak bisa disebut sehat.

Apa Saja Ciri-Ciri Orang Yang Sehat Mental?


Orang memiliki mental yang sehat pastinya memiliki perbedaan dengan orang yang tidak sehat mental, apa sajakah itu? Pertama, kita mampu mengelola emosi kita. Orang yang sehat mental biasanya memiliki mood yang terkendali dan memiliki kemampuan pengendalian diri yang baik.

Kedua, orang yang sehat mental, akan memiliki optimisme lebih tinggi terhadap suatu hal dibandingkan orang yang tidak sehat mental. Ciri ketiga adalah terbuka dan mampu menerima kritik dari orang lain. Memang tidak semua kritik harus kita terima, tapi sikap terbuka ini sangat penting.

Ciri terakhir orang yang sehat mental adalah mudah bangkit dari kegagalan atau keterpurukan. Orang yang sehat mental mampu berpikir positif dan melihat segala sesuatu dari sudut pandang positif.

Walaupun isu kesehatan mental masih sering dianggap tabu, sudah cukup banyak orang yang menyuarakan isu ini loh. Baik membuat kampanye, menyebarkan informasi kesehatan mental dan masih banyak lagi. Bahkan cukup banyak artis yang sudah menyuarakan isu ini salah satunya Mima Syafa yang sering membuka diskusi mengenai kesehatan mental.

Apa Yang Membuat Isu Ini Dianggap Tabu?


Isu kesehatan mental masih sering dianggap tabu oleh masyarakat terutama olah masyarakat Indonesia. Satu alasan yang paling utama adalah karena kurangnya edukasi mengenai hal ini sehingga kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Selain itu masih ada banyak hal yang menyebabkan isu ini maish diangap tabu yaitu,

Pertama karena kata ‘kesehatan mental’ masih berorientasi pada orang yang sakit jiwa (gila), padahal kesehatan mental dan ‘gila’ itu memiliki makna yang berbeda. Tidak semua orang dengan gangguan kesehatan mental bisa menyakiti.

Kedua, kita masih sering menganggap bahwa kesehatan mental tidak penting dan merupakan kesalahan sendiri.

Terakhir, orang dengan kesehatan mental rendah seringkali menganggapnya sebagai kelemahan sehingga merasa malu untuk menyuarakan atau meminta bantuan pada profesional.

Kalau kita kerucutkan permasalahan ini di Indonesia, sebenarnya ada beberapa hal yang membuat isu ini masih minim penanganannya. Seperti masih kurangnya tenaga kesehatan mental.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar dari Kemenkes RI, Indonesia hanya memiliki 2500 psikolog klinis dan 600–800 psikiater. Dimana dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta orang, berarti 1 psikiater harus melayani 300.000–400.000 pasien. Selain itu, penyebaran psikolog dan psikiater di Indonesia masih belum merata sehingga ada beberapa wilayah yang belum memiliki psikolog atau psikiater.

Masalah kedua adalah kurangnya fasilitas kesehatan mental yang disediakan oleh pemerintah. Selain itu, aksesnya juga masih kurang untuk masyarakat, misalnya BPJS yang hanya bisa diakses di masyarakat kota.

Dan dari data 2018, Indonesia hanya memiliki 48 rumah sakit jiwa, dan ada 9 provinsi yang tidak memiliki rumah sakit jiwa.

Masalah terakhir adalah karena stigma negatif yang beranggapan bahwa kesehatan mental adalah orang yang sakit jiwa. Seperti misalnya ada orang yang stress, dibilang kerasukan jin terus yang panic attack dibilang lebay dan sebagainya, bahkan sampai ada pemasungan. Stigma negatif ini bisa ada karena masih kurangnya edukasi kesehatan mental kepada masyarakat.

Nah setelah mengetahui ciri-ciri orang sehat mental dan kenapa isu ini masih jarang diketahui masyarakat, apakah kalian tahu apa definisi dari kesehatan mental?

Menurut WHO kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.

Kesehatan mental dan gangguan mental memiliki pengertian yang berbeda yaa..seseorang bisa punya kesehatan mental yang kurang baik tapi tidak mengidap gangguan mental.

Lalu kenapa sih menjaga kesehatan mental itu penting? Orang dengan sehat mental, berarti mereka menyadari pentingnya peduli terhadap diri sendiri. Bisa disebut juga sebagai self awareness atau kesadaran diri untuk memperhatikan dan memedulikan diri.

Kesehatan mental berkaitan dengan kesehatan fisik kita. Kalau mental kita ga sehat, kita tidak akan mendapatkan kesehatan fisik yang seutuhnya. Penelitian sudah membuktikan bahwa tanpa mental yang baik, kita akan lebih mudah terserang penyakit.

Kedua kesehatan mental bisa berpengaruh terhadap kehidupan sosial seseorang. Orang dengan masalah kesehatan mental seringkali memiliki permasalahan terkait relasi, perawatan diri, komunikasi dan lain sebagainya. Selain itu, hal ini juga berlaku sebaliknya. Apabila lingkungan sosial sehat, kesehatan mental kitapun akan baik.

Ketiga, dengan kesehatan mental yang baik, kita akan lebih bersemangat dalam berkegiatan. Kita juga tidak akan mudah stress dan lebih optimis dalam menjalani kegiatan. Kesehatan mental yang baik juga bisa membuat seseorang memiliki fokus dan kemampuan konsentrasi yang baik. Maka dari itu menjaga kesehatan mental harus kita jaga sejak dini.

Orang dari berbagai usia bisa saja mengalami gangguan kesehatan mental, maka dari itu, edukasi mengenai kesehatan mental harus sudah diberikan sejak dini.





You May Also Like