AES#54 fake it until you make it
Natasha Setyamukti
Thursday August 26 2021, 10:01 AM
AES#54 fake it until you make it

Sosial media merupakan aplikasi yang pasti dimiliki oleh setiap orang di hpnya. Hampir setiap hari dari pagi sampai malam kita membuka dan menghabiskan banyak waktu di sosial media. Apalagi di kondisi serba online seperti ini, kita berkomunikasi menggunakan sosial media, upload dan update segala hal juga di sosial media. Namun, seringkali sosial media dicap sebagai pemberi dampak buruk bagi kehidupan kita, entah jadi tidak produktif karena sehari-hari hanya scroll sosial media, mendapatkan informasi bohong and hal-hal yang menebar konspirasi dan lain sebagainya. Walaupun begitu, kalau dipikirkan dan diernungkan kembali, sebenarnya sosial media memberi dampak yang baik loh, dengan adanya sosial media, kita jadi bisa mengakses banyak hal, kita bisa mengetahui kondisi atau kejadian-kejadian yang terjadi bahkan dari seluruh dunia. Itu semua kembali kepada diri kita masing-masing, apakah kita bijak menggunakannya atau tidak.

Selain untuk mencari informasi dan berkomunikasi, pasti banyak dari kita yang menggunakan sosial media untuk memperlihatkan sesuatu, entah bakat, barang atau lainnya. Bahkan kegiatan memperlihatkan sesuatu itu, sekarang bisa membawa banyak manfaat bagi kita. Misalnya kita mereview sebuah produk di sosial media kita, kemudian kita bisa jadi dikirimkan kembali barang apabila seseorang menyukai cara kita mereview  barang, atau bahkan bisa menambah kenalan karena postingan kita viral atau disukai oleh banyak orang.

Salah satu temanku, sempat membuat konten tiktok. Temanku ini aku kenal dari sebuah organisasi dan kita masih berkomunikasi sampai sekarang. Ia membuat sebuah konten yang berkaitan mengenai sosial media, mungkin teman-teman disini ada yang sudah sempat menonton, karena kontennya sedang viral sekali sekarang ini. Bagaimana kita sering malu atau berpikir lama saat mau upload sesuatu, terutama bagi remaja yang masih sering overthinking. Jujur saja, temanku ini merupakan role modelku dalam hal sosial media, ia banyak memberanikan diri untuk post hal-hal di sosial media, seperti bagaimana menjadi percaya diri, mengembangkan diri dan lain sebagainya. Ia juga sempat menceritakan tentang perjalanan kulitnya, yang sempat jerawatan, how to deal with insecurity dan lainnya. Pokoknya ia banyak berbagi mengenai hal positif dan bagaimana akhirnya ia berani untuk upload dan berbagi di sosial media.

Awalnya aku juga sering mengurungkan niatku untuk berbagi sesuatu di sosial media, terutama di instagram. Aku overthinking, lamaa sekali memikirkan apakah ini akan baik untuk aku share? apa yang akan dikatakan oleh orang lain jika aku berbagi mengenai hal ini? Dengan perjalanan yang panjang, akhirnya aku mulai memberanikan diriku untuk update dan upload beberapa hal di sosial media, terutama kegiatan organisasiku. Dan ternyata yang terjadi tidak semenakutkan apa yang aku pikirkan. Ternyata tidak banyak yang judge postinganku, malah aku mendapat beberapa tawaran dan hal-hal positif lainnya.

Dari sini aku belajar banyak hal. Sosial media merupakan ruang untuk kita berekspresi, ruang yang kita pilih. Seperti yang disebutkan di video, kita cuma hidup sekali, kalau kita ga post, kita akan nyesel. Nyesel kalau ga ngelakuin hal yang kita pengen cuma karena takut dengan opini orang lain. Fake it until you make it!

You May Also Like