AES#11 Saringan Tiga Lapis
Natasha Setyamukti
Monday August 2 2021, 8:24 AM

Kemarin, aku menyempatkan diri untuk membaca sebuah buku dan mendengar podcast. Langkah ini, baru saja aku mulai sejak liburan. Ingin mencoba rutin baru, berharap mendapat pembelajaran baru juga.

Anehnya, buku dan podcast yang dengarkan hari ini, membahas mengenai satu hal, yaitu kebijaksanaan. Bagaimana kita dengan bijak menerima informasi, dimana saat ini, kita selalu disuguhi oleh berbagai berita, yang buruk maupun yang baik. Disini, kita diminta, untuk lebih bijak dalam menyaring berita-berita itu, agar tidak termakan teori atau berita yang membawa energi negatif.

Saringan Tiga Lapis adalah salah satu cara yang digunakan Socrates untuk menyaring sebuah berita, dari orang lain, seperti gosip dan lain sebagainya. Socrates sendiri adalah seorang terpelajar dan intelektual yang terkenal reputasinya karena pengetahuan dan kebijaksanaannya yang tinggi. Dan inilah cerita bagaimana munculnya teori saringan tiga lapis...

Suatu hari, seorang pria berjumpa dengan Socrates dan berkata, "Tahukah anda apa yang baru saja saya dengar mengenai salah seorang teman anda?". "Tunggu sebentar," jawab Socrates. "Sebelum memberitahukan saya sesuatu, saya ingin anda melewati sebuah ujian kecil. Ujian ini dinamakan Ujian Saringan Tiga Lapis."Apa itu?", tanya pria tersebut. "Sebelum anda mengatakan sesuatu kepada saya mengenai teman saya atau berita apapun, merupakan ide yang bagus untuk menyediakan waktu sejenak dan menyaring apa yang akan anda katakan. Itulah kenapa saya sebut sebagai ujian saringan tiga lapis."

"Saringan pertama adalah KEBENARAN. Sudah pastikah anda bahwa apa yang akan anda katakan kepada saya benar?". "Tidak,"kata pria tersebut. "Sesungguhnya saya baru saja mendengarnya dan ingin memberitahukannya kepada anda". "Baiklah, jadi anda sungguh tidak tahu apakah hal itu benar atau tidak"

"Sekarang, mari kita coba saringan kedua, yaitu KEBAIKAN. Apakah yang akan anda katakan kepada saya mengenai teman saya adalah sesuatu yang baik?". "Tidak, sebaliknya, ini mengenai hal yang buruk"."Jadi, anda ingin mengatakan kepada saya sesuatu yang buruk mengenai dia, tetapi anda tidak yakin jika itu benar. Anda mungkin masih dapat lulus ujian selanjutnya."

"Ujian selanjutnya adalah KEGUNAAN. Apakah cerita yang anda ingin beri tahu kepada saya akan berguna untuk saya?". "Tidak, sungguh tidak," jawab pria tersebut.

"Jadi apa yang anda ingin beritahukan kepada saya tidak benar, tidak juga baik bahkan tidak berguna untuk saya, mengapa anda ingin menceritakannya kepada saya?"

...

Dari cerita ini, aku belajar banyak hal. Belajar bagaimana lebih bijak di era yang sangat canggih ini, karena akan ada banyak informasi yang kita dengar atau lihat. Kita harus bijak membaca apalagi saat mau menyebarkan. Jangan sampai kita menjadi orang yang menjadi akar dari suatu perpecahan, yang membuat dampak buruk bagi orang lain. Selain menyebarkan, belajar juga untuk lebih menyaring hal yang akan kita sampaikan kepada orang lain, akankah hal itu membuat seseorang sakit hati? Apakah hal itu akan berguna bagi dia?

Menerima dan membaca berita yang kurang baik, juga bisa mempengaruhi emosi kita, dari yang awalnya positif, menjadi negatif. Membuat suasana menjadi tidak nyaman.

Di masa pandemi ini, ada banyak berita berseliweran, jadi yuk, kita sama-sama coba menerapkan saringan tiga lapis ini, sebelum menyebarkan sesuatu.

You May Also Like