Pasti tidak hanya aku saja yang suka berimajinasi, mempuat cerita di dalam kepala, membuat cerita yang mennyenangkan yang tidak mungkin terwujud. “Good day in my mind”, cuplikan lirik lagu SZA, saat pertama mendengar lagu itu cukup relate dengan siriku pada saat itu. Kadang aku suka mengasihani diriku sendiri karena hari-hari ku yang telah dating tidak mengalami good days, walaupun good tapi itu hanya in my mind, karena aku yang menciptakan good day yang hanya bisa muncul di kepalaku, tidak riil.
Saking aku lebih sering mengalami good days di kepala dibandingkan kehidupan nyata, aku kadang suka susah untuk membedakan ynag mana yang asli san mana yang palsu. Karena kalau di pikir, ya aku tidak punya good day. Mungkin good day ku hanya muncul di keadaan tertentu, saat aku ikut pensi, main bareng teman, dsb, dan itu pun pasti tidak tiap bulan dialaminya.
Kadang aku sulit membedakan kehidupan nyata, dan kehidupan yang kubuat-buta di kepala, atau tidak nyata. Tapi untungnya aku masih sadar, dan bisa menghentikan pikiran ku untuk berkata “nggak than yang ini gak nyata, yang itu baru nyata!”. Karena kalau tidak begitu mungkin aku akan sakit jiwa, dan seperti anak kecil yang tidak bisa membedakan mana dunia yang asli dan mana dunia ynag dia buat. Aku juga suka taku kalau aku akan terkena sakit jiwa, karena ternyata saat ku riset ada nama gangguan mentalnya, dan banyak orang yang terkena. Yaitu skizofrenia.
Setelah aku cari tahu dan aku kebetulan pernah menonton drama yang membahas tentang penyakit mental, atau gangguan jiwa, ada penyakit skizofrenianya. Tapi untungnya dari gejala awal aku tidak mengalaminya.