AES 33 Kesan Terhadap KPB
reginamirdan
Tuesday September 14 2021, 6:39 PM
AES 33 Kesan Terhadap KPB

Hari ini aku mau nulis essay yang judulnya sama kaya kak leo hahaha, kesanku diawal masuk Kelompok Petualang Belajar (KPB) jetlag banget siih, serba bingung dan bahkan nge-lag. Sepertinya semua orang yang pertama kali masuk ke KPB akan kebingungan sih yaa bukan hanya aku saja yang merasakan, anak-anak di K10 yang kebanyakan dari kecil di smipa-pun kebingungan saat pertama kali masuk KPB.

Beberapa minggu masuk di pembelajaran KPB aku mencari kata-kata kunci yang perlahan aku alurkan menjadi sebuah pemahaman konsep di KPB ini, walau belum utuh tapi setidaknya aku sudah punya gambaran kasar bagaimana harus memfasilitasi di jenjang KPB.

Kata kunci yang baru-baru aku dapatkan di KPB ini adalah belajar, mau tidak mau kakak dan siswa harus memaksakan diri untuk belajar. Kalo di sekolah negeri pada umumnya yang punya siswa puluhan dalam satu kelas, seorang siswa bisa hanya dengan datang ke sekolah dan mengikuti semua kegiatan dan lulus. Walalupun mungkin dia tidak belajar tapi asalkan dia tidak melakukan sesuatu yang melanggar aturan, dia akan lulus pada waktunya. Di KPB tidak bisa seperti itu, kita siswa dan kakak tidak boleh hanya hadir pada pertemuan pembelajaran tapi harus menghadirkan diri secara penuh dan bukan hanya mengikuti pembelajaran tapi harus proaktif dalam pembelajaran itu. Semua orang di KPB harus belajar, harus bertumbuh menjadi yang lebih baik. Jadi memang KPB itu tidak lebih santai dari sekolah lainnya, apalagi lebih mudah, justru di KPB ini anak akan mendapatkan tantangan yang lebih besar dari tantangan sekolah biasa yang mendekati dunia nyata hanya tidak separah itu, semacam latihan lah untuk memasuki dunia kejam diluar sana.

Aku menyadari bahwa pembelajaran yang aku dapatkan dulu saat di sekolah bukan tentang materi-materi pelajaran matematika atau bahasa Indonesia, tapi tentang cara bersosialisasi teman sebaya jadi aku menganggap bayar sekolah itu adalah bayar ongkos untuk bertemu teman-teman sebayaku karna pada hakikatnya semua materi yang disampaikan pada saat sekolah aku lupakan setelah ujian, apalagi sekarang Google sudah menyejikan semuanya, ditambah pandemi yang menghilangkan pembelajaran tatap muka, makin kabur lah pemahamanku tentang sekolah. Tapi di KPB smipa aku menemukan sebuah nilai β€œbayar sekolah itu mahal, jadi belajar!!!’ iya harus belajar, munculkan semua potensi dalam diri dan gali lebih dalam! Kalo hanya mau mengikuti kelas saja sepertinya KPB bukan tempatnya. Di KPB kalo kamu hanya mengikuti kegiatan saja sudah pasti akan tertinggal dan kalo sudah tertinggal biasanya pergi.

Kalo kata kak mel, manusia itu memang dirancang untuk memunculkan potensi terbaiknya saat dia terdesak dan menurutku KPB ini adalah wadah yang benar-benar cocok dan dirancang sesuai kebutuhan remaja tanggung menuju dewasa ini mempersiapkan dirinya menuju dunia yang sebenarnya.

reginamirdan
@reginamirdan   5 years ago
menjawab tantangan kak @leoamurist nih wkwkwk
Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Terima kasih ka Gina untuk perspektifnya. Mudah2an banyak yang membaca ini, terutama teman-teman K9 dan orangtua yang akan melangkah ke jenjang selanjutnya. Sepakat banget sama inti tulisannya. Banyak hal mendasar tentang KPB sudah dituliskan di sana. Mantap! πŸ˜ŠπŸ‘πŸΌ
Oh iya selamat juga sudah menginjak esai yang ke 33 ka Gina. Semoga terus konsisten!