Seorang teman pernah bertanya tentang pernyataan “belum siap dewasa”.
Pernyataan yang muncul dalam sebuah percakapan penuh canda mungkin pernyataan itupun hanya jokes semata, tanpa ada maksud terselubung. Atau jokes adalah kejujuran yang terdalam yang disampaikan dengan cara yang ramah? Entahlah
Yang menarik adalah teman ini mempertanyakan kesiapannya menjadi dewasa karena sebuah kerjadian, ketika ia mengalami gesekan dengan seorang anak sekolah menengah pertama yang membuat dia berpikir “masa aku sakit hati gara-gara anak kecil sih”.
Respon yang saat itu aku berikan pada temanku adalah “tukang rujak salah masukin buah aja bisa bikin kita dongkol saat terjadi di waktu dan momen yang tepat”. Menurutku, setiap orang yang punya hati pasti pernah sakit hati. Terkadang hal sepele yang biasanya biasa saja akan menjadi menyebalkan saat kondisi kita sedang tidak baik-baik saja.
Hal itulah yang aku coba sampaikan pada temanku, bahwa saat kamu sakit hati karena seorang anak bukan berarti kamu belum siap untuk dewasa, kedewasaan sepertinya lebih kompleks dari pada itu. Sakit hatimu mungkin timbul karena kejadian itu terjadi di momen dan waktu yang tepat, kalo badan mah sistem imunnya lagi turun jadi gampang kena virus