Beberapa hari lalu aku mengunjungi kampus tempatku menimba ilmu karena beberapa keperluan, tidak disangka ternyata beberapa teman seperjuangan juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi tempat yang sama sehingga ‘tiba-tiba reuni’.
Aku tipe orang yang malas mencari tahu tentang kehidupan orang lain, kecuali kalo muncul di instagram aku mungkin tidak tahu kehidupan terupdate mereka. Yang terbaik dari teman-temanku ialah saat bertemu atau bahkan di sosial media mereka tidak pernah menjabarkan pencapaian mereka. Bila bertemu kami hanya akan bernostalgia untuk mengingat momen-momen lucu dan seru.
Namanya reuni tidaklah bertahan lama. Akhirnya teman-temanku pulang untuk bersiap menjalani kehidupannya masing-masing. Satu pertanyaan yang terbawa pulang saat itu,
“Ko dia udah punya itu aku belum sih?,
Ko dia udah gitu aku belum ya?”
Pertanyaan yang muncul karena terkejut dengan pencapaian teman-temanku, lalu kubandingkan dengan diriku. Sebenarnya wajar tapi baiknya tidak berlarut-larut.
Lalu perlahan aku menghipnotis diriku bahwa bila membandingkan diriku dengan orang lain tentu tidak ada habisnya, diatas langit pasti ada langit. Lagipula dalam kepercayaanku, semua itu bukan tujuan utama ada hal yang lebih penting daripada pencapaian dunia. Membandingkan mungkin hal yang sulit untuk dihindari, bila sudah begitu maka jangan bandingkan dirimu dengan orang lain tapi bandingkanlah aku dengan diriku hari kemarin. Lalu hargai perkembangan sekecil apapun.
Karena aku tidak berlomba denganmu tapi aku berlomba dengan diriku yang lalu.