Ada saatnya ketika kita harus mengalihkan perhatian pada yang lain dan bukan pada diri sendiri. Ketika itu terjadi, apalagi jika orang lain itu adalah orang yang paling kita cintai, maka kebahagiaan yang tiada tara yang akan kita rasakan. Katakanlah kita itu sebuah lilin, yang semakin lama semakin mengecil karena terbakar nyala api, jika kita terus menerus memikirkan diri sendiri dan betapa menyakitkannya ketika menyadari bahwa kita memakin mengecil dan menuju kemusnahan. Tapi jika kita memfokuskan pada betapa cahaya yang kita hasilkan membantu sekian banyak orang, membuat sekitar kita terang benderang, maka pada saat itu kita akan melupakan diri sendiri dan merasakan betapa bahagianya menjadi begitu berguna bagi yang ada di sekitar kita.
Saya tidak berusaha membanggakan diri dalam hal ini, tapi ini sesungguhnya yang saya rasakan. Sekian lama saya terus menerus memfokuskan pada diri sendiri, merasa disakiti, merasa sedih, dan banyak perasaan lainnya lalu lupa bahwa seandainya fokus perhatian saya ditujukan pada hal-hal di luar diri, ternyata banyak hal yang sudah saya lakukan yang seharusnya menjadi bahan untuk bersyukur dan berbahagia.
"Jo, what you have been doing is remarkable! You are amazing" Kata salah seorang rekan kerja di Bakeshop.
"Thank you for helping us!" sambungnya lagi.
Saya sungguh-sungguh mengutip apa yang dia katakan. Tahu apa tanggapan saya di dalam hati? "Yea.. tell that to the leadership team! I mean nothing to them"
Tanggapan dalam hati itu langsung sekaligus mengecilkan peran saya dan dilakukan oleh saya sendiri! Memang betul bahwa orang-orang di atas itu ada kemungkinan melihat sebelah mata peran dari team tempat saya bekerja. Apresiasi mereka memang sangat minim. Kadang saking terganggunya, saya ingin sekali melihat bagaimana mereka akan kelabakan jika team kami pergi dan tidak ada yang mengurus peran-peran yang sudah kami jalankan. Tentunya akan lumpuh karena semua operasi tidak akan berjalan tanpa kehadiran kami dan itu sepertinya tidak tampak di mata mereka karena mungkin mereka yakin bahwa kami tidak akan pergi. Nah hal semacam itu membuat saya sungguh lupa akan cahaya yang berpendar yang dinikmati, yang telah membantu orang-orang di sekitar kami.
Hari ini saya berpikir lain. Mungkin ini saatnya untuk mengapresiasi diri sendiri dengan lebih baik. Jika pihak di atas belum melihat itu, ini adalah sebuah tantangan agar mata mereka terbuka. Nah itu yang harus team kami lakukan.
Apa yang membuka mata saya? Kano! Hahaha.. sepertinya tidak nyambung ya, saya akan ceritakan.
Kano memang baru mulai beberapa bulan lalu dan sepertinya ada kemungkinan dia akan mendapat promosi karena tampaknya dia berprestasi dan disukai. Karena posisi dia bekerja sepertinya sangat penting dan pihak departemen tampak kesulitan mencari tenaga kerja, apresiasi sepertinya sangat menonjol, sehingga dari segi penghasilan saja hampir menyamai saya. Well, saya sangat bahagia karena ternyata dia diapresiasi sebaik itu. Great for him and I am happy for him! Nah, jika dia memang akan dipromosikan, maka dalam waktu singkat dia akan melewati saya! Lagi-lagi saya bangga dan senang bahwa dia menanjak dengan cepat. Apakah saya menjadi semakin mengecil? Tidak juga sebenarnya tapi ya bisa saja. Itu tidak masalah karena saya tidak melihat diri sendiri dan lebih memfokuskan pada dirinya. I have raised him well! Itu yang saya katakan pada diri sendiri. Jika tidak dia tidak akan bisa menanjak dengan pesat dan cemerlng bukan? Kemampuan dia bersosialisasi tentunya sedikit banyak mendapat porsi yang baik dari orang tua, dari kesempatan yang orang tua berikan pada dirinya untuk berkembang, juga kesempatan yang kami berikan agar dia dapat dibimbing oleh guru-gurunya di sekolah serta kesempatan dia untuk mengembangkan kepribadiannya dengan baik hingga saat ini. Bukan begitu?
Saya menganggap diri sendiri bukan orang yang religius, tapi saya pernah sekolah minggu dan membaca kitab suci. Ada peristiwa dimana Yohanes Pembaptis ditanya oleh pengikutnya tentang pendapatNya mengenai Yesus. Lalu jawabnya:
John replied, “A man can receive only what is given him from heaven. (28)You yourselves can testify that I said, ‘I am not the Christ, but am sent ahead of Him.’ (29)The bride belongs to the bridegroom. The friend of the bridegroom stands and listens for him, and is overjoyed to hear the bridegroom’s voice. That joy is mine, and it is now complete. (30)He must increase; I must decrease.
Di kalimat terakhir mengatakan "Dia harus membesar; saya harus mengecil."
Baiklah, saya tidak menyamakan diri dengan Yohanes Pembaptis, saya tidak mau murtad dan gegabah hahahah, saya hanya tertarik pada kalimat itu karena merasa Yohanes tidak memfokuskan pada dirinya sendiri tapi pada orang lain. Nah ini yang ingin saya tiru. Hari ini setelah banyak kali saya membaca kitab suci, saya mengerti kalimat terakhir itu dan sungguh sangat membahagiakan! Itu saja. Saya saat ini tidak masalah lagi, tapi saya sudah memberi kesempatan pada Kano untuk menanjak. Itu peran saya selama ini dan sekarang peran saya bisa mulai mengecil dan menjelang tiada. The joy is mine and it is complete. Nah sekarang saya bisa berdamai!
Lalu bagaimana dengan orang-orang di atas? Ah biarkan saja, it'll be their lost! Tugas saya sudah berbuah kok, karena saya di sini maka pintu untuk Kano terbuka dan dia bisa berlari dengan cepat dan leluasa! It is complete and I am full of joy!
Foto credit: weforum.org