AES002 Tentang Anak dan Cinta
firdabilqis
Friday September 19 2025, 8:50 AM
AES002 Tentang Anak dan Cinta

Topik ini sudah lama menari-nari di kepala saya. Bermula dari obrolan ringan bersama teman-teman kantor, yang usianya terpaut 5-15 tahun dengan saya, mengenai 'ketidaksukaan' mereka pada anak-anak. Saya kemudian juga menimpali bahwa saya, juga dulu tidak suka anak kecil. Saking tidak sukanya, saya bisa turun dari angkot kalau ada anak menangis. Tapi bukan tidak suka yang jadi berbuat sesuatu yang menyeramkan yah, sebatas gak suka menyapa anak kecil, atau ngajak main, seperti yang sering dilakukan salah satu sahabat saya, Melati. Anak siapapun, selalu ia sapa dan ia dadahin. 

Kalau diingat-ingat, bahkan dulu saya tidak pernah terpikir untuk menikah, apalagi punya anak, dua pula! Hahaha. Tapi lalu takdir dan pilihan-pilihan hidup membawa saya ke sini sekarang. Ibu dari Saka dan Kian, dua jagoan yang ternyata 'membawa dunia baru' untuk saya. Yang ternyata bukan hanya membuat saya melahirkan, tapi juga membuat saya terlahir kembali.

Dalam sebuah kalimat di buku The Book You Wish Your Parents Had Read (and Your Children Will be Glad That You Did), disebutkan bahwa buku itu hadir salah satunya untuk membantu para orangtua agar tidak hanya mencintai anak-anaknya, tapi juga menyukainya. Kalimat yang membuat saya sedikit terhenyak atas kenyataan bahwa kita sangat mungkin, memiliki momen-momen di mana kita tidak suka pada anak kita sendiri. 

Kemudian setelah obrolan dengan teman-teman kantor itu, saya menonton sebuah podcast dari Makna Talks tentang pernikahan, being parents, dll. Podcast yang sangat inspiratif bersama ahlinya, seorang psikolog dan konselor pernikahan. Sepanjang podcast banyak sekali insight yang bisa diresapi dan diimplementasikan dalam keseharian. Mungkin nanti kapan-kapan saya tulis di sini. Tapi yang lebih menarik, saya merasa menemukan jawaban dari ketidaksukaan, ketakutan orang-orang tentang memiliki anak, yang juga pernah saya alami. Apakah saya bisa menjadi ibu padahal saya tidak suka anak-anak? Apakah perasaan ini selamanya? Apakah perasaan ini tidak apa-apa?

Yang dapat saya simpulkan, ternyata punya anak dan tidak suka anak-anak sebelumnya itu tidak apa-apa. Tidak harus suka, karena dengan anak-anak itu bukan suka, tapi cinta. Karena justru kehadiran anak itu sendiri telah dibersamai dengan cinta, cinta yang berbeda, cinta yang lain, yang belum pernah dirasakan sebelum kita menjadi orang tua.

Pada cerita saya, kehadiran anak-anak saya ternyata membuat hati saya melembut, memberi saya pengalaman merasakan butterfly in my stomach versi pure, tulus, bersih, hanya dengan melihat, menggenggam, dan merasakan sentuhan tangan bayi. Cinta yang berbeda itu tidak bisa digambarkan, atau mungkin saya perlu belajar lagi menuliskan lebih banyak, tapi rasanya tentu sangat menyenangkan, hangat, seperti pelukan yang kita butuhkan untuk melewati hari-hari yang tidak selalu mudah. Cinta yang lain itu menyembuhkan, dan memberi harapan.

You May Also Like