Saya sedang berdebat dengan diri sendiri tentang topik menulis hari ini. Beberapa waktu terakhir memang saya sedang tidak baik secara fisik maupun mental. Sebagian bisa terlihat dari tulisan-tulisan yang saya buat, Hari ini benak saya penuh dengan pertanyaan dan kebanyakan pertanyaan yang saya miliki tidak mempunyai jawaban. Sebagian besar sudah saya lalui dengan banyak pengalaman tapi apakah semua itu merupakan jawaban yang pasti dan sudah benar? Tidak ada sama sekali jawaban yang absolut dari pertanyaan-pertanyaan itu, hanya sebagai bentuk dugaan bahwa itu adalah jawaban-jawabannya. Selebihnya lalu kembali ke iman, kepercayaan dan agama.
Saya tidak berniat berdebat soal agama. Yang pernah saya baca dan ketahui, orang-orang yang memiliki otoritas dalam naungan sebuah agama juga sering membuat kesalahan, seperti misalnya gereja di beberapa abad yang lalu dalam sejarah terungkap bahwa otoritas membuat kesalahan yang sangat fatal. Belum lama ini ada orang yang mengatakan juga bahwa gerhana matahari adalah peringatan dari Tuhan. Nah hal-hal semacam itu terjadi karena keterbatasan manusia dalam menterjemahkan fenomena kehidupan dan alam. Saya menilai bahwa agama memiliki keterbatasan karena manusia itu juga terbatas. Jadi kuncinya tetap di manusia.
Sejauh ini seringkali kita menyerahkan seluruh pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah terjawab pada agama. Agama sepertinya menjadi semacam final frontier, sebagai batasan paling akhir ketika kita sudah tidak mampu memperoleh jawaban. Itupun masih diiringi dengan berbagai keraguan, bahkan banyak kalangan yang mengataan bahwa agama bukanlah merupakan jawaban. Agama sering dianggap tidak mampu menjawab. Jadi akhirnya kembali ke awal dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum dan tidak pernah terjawab.
Pagi ini saya terus menerus berpikir tentang hal ini. Sepertinya ini semacam refleksi perjalanan spiritual yang tidak ada habis-habisnya. Sama seperti perjalanan hidup yang secara alami kita menghadapi berbagai kondisi, kadang kita begitu bersemangat, kadang kelelahan, kadang sakit walau lebih sering kita sehat. Sepertinya begitu juga dengan perjalanan spiritual. Hidup selalu penuh dengan pertanyaan dan kita selalu berusaha mencari jawaban. Itu adalah bagian dari kemanusiaan. Ilmu pengetahuan bermula dari pertanyaan, filsafat bermula dari pertanyaan, demikian juga urusan spiritual.
Betul sekali Joe 🙏. Terima kasih sudah berbagi.