AES008 Otak Reptil
Sanya
Thursday October 10 2024, 10:00 PM
AES008 Otak Reptil

Akhir-akhir ini setiap melihat berita pasti saja ada berita kekerasan, asusila, perjudian dan amoral lain. Seram sekali dan itu terjadi di sekitar kita.

Kok bisa ya sesama manusia berbuat begitu, tega. Fenomena apa yang sedang terjadi?

Teringat dulu waktu kuliah neuro bahasan ini ada walau bukan inti pembelajarannya tapi menurutku ada benang merahnya. Materinya mengenai 3 bagian otak manusia. Reptil, mamalia dan primata/manusia.

Bahasa kerennya Triune Brain

Gambar diatas adalah peta mengenai perbedaan bagian otak. Dari yang paling primitif sampai yang paling kompleks. Hewan reptil memiliki otak reptil, hewan mamalia yang memiliki fungsi lebih tinggi memiliki otak reptil dan mamalia, terakhir otak primata/manusia otak dengan fungsi luhur yang memiliki ketiganya disebut juga neo cortex.

Kita uraikan kira-kira sepemahaman ku seperti ini:

Otak reptil: fungsinya untuk bertahan hidup, survival brain. Otak ini kerjanya masih primitif bekalnya insting bertahan hidup. Jika merasa terancam responnya adalah lari atau menyerang, dan berkembang biak untuk melanjutkan eksistensi. Bisa diperhatikan pada perilaku hewan reptil jika merasa kalah dia akan lari, kalau merasa terancam dan ada peluang menang dia akan menyerang. Kemudian hewan reptil punya musim kawin untuk berkembang biak untuk melanjutkan keturunan agar tidak punah.

Otak mamalia: fungsinya sudah lebih tinggi dari sekedar insting bertahan hidup, otak mamalia berguna untuk mengendalikan emosi, memori, perilaku. Bisa diperhatikan pada hewan mamalia contohnya anjing akan memperlihatkan ekspresi senang saat bermain, sedih saat ditinggal pergi, anjing juga bisa dilatih untuk pipis dan pup ditempatnya, mencari makanan karena punya memori. Anjing bisa dilatih untuk berperilaku tidak agresif, bisa juga untuk membantu kawan-kawan disabilitas untuk kegiatan harian. Perilaku naluriah seperti memberi makan anaknya, membersihkan tubuh anak, melindungi anak saat terancam bahaya ada pada otak mamalia.

Otak primata/manusia: fungsinya sudah lebih kompleks terintegrasi dengan semua bagian otak lain seperti problem solving, empati, koneksi dengan makhluk hidup lain. Bisa diperhatikan pada hewan primata contohnya simpanse dapat berkomunikasi lewat gerakan atau alat bantu, menggunakan kayu untuk mengambil makanan dan saling melindungi. Bedanya dengan primata kita punya prefrontal cortex yang lebih berkembang dan ukurannya lebih besar. Intelegensi tinggi, berpikir rasional, dan kemampuan bahasa, sebutannya neo cortex.

Otak manusia istimewa semua bagian terkoneksi dan berhubungan. Otak perlu terus dilatih agar jalur koneksinya tetap terhubung. Otak yang tidak terstimulus dan berperilaku negatif yang dapat merusak susunan saraf seperti pornografi, adiksi (judi, obat, alkohol, rokok, gula, dll) dapat memperparah kerusakan otak sehingga fungsinya terganggu. Kalau diperhatikan dampak dari gangguannya akan beruntun dari yang paling kompleks hingga yang primitif tadi. 

Neo cortex lebih spesifik pada prefrontal cortex yang fungsinya menurun tidak dapat berpikir logis dan rasional sehingga tidak dapat mengendalikan dorongan buruk walaupun tahu konsekuensinya. Sederhananya begini penurunan fungsi neo cortex adalah pelanggaran kecil yang sehari-hari sering kita lihat. Menerobos lampu merah misalnya sudah tahu bahwa itu melanggar dan membahayakan tetapi masih dilakukan.

Kemudian otak mamalia yang rusak, apa saja kerusakannya? Emosi terganggu mudah marah, tersinggung, sedih berkepanjangan, takut, cemas stres, emosi tidak stabil, emosi yang dirasakan selalu berlebihan. Fungsi memori menurun, konsekuensi dari tindakan buruk tidak akan diingat sehingga berpotensi mengulang tindakan buruknya. Perubahan perilaku dan rutinitas seperti malas mandi, malas belajar, malas makan, malas bersosialisasi akan mengganggu aktivitas harian. Kebiasaan buruk makin sulit berhenti. Hubungan sosial renggang, rasa kasih sayang berkurang. Akhirnya tindakan lebih dikendalikan emosi bukan nalar.

Bayangkan ada 2 fungsi yang terganggu, rusak atau tidak bekerja optimal dan hanya mengandalkan otak primitif. Apa yang terjadi? Kembali lagi fungsi dasarnya yaitu merespon ancaman dan insting berkembang biak. Akibatnya mudah sekali merasa marah pada hal sepele, merasa terancam, bertindak agresif, melakukan kekerasan, bunuh diri atas nama “rasa terancam”. Tidak kalah seram, dapat melihat orang lain sebagai objek seksual atas nama “insting berkembang biak”. Mengenaskan tetapi tidak berbeda jauh dengan hewan reptil ya.

Sejatinya, dibekali dengan inteligensi tinggi kita harus terus mengasah otak kita agar koneksi antar bagian otak terus tersambung sehingga dapat mengontrol diri. Ibaratnya seperti mempunyai peliharaan hewan liar, kita yang mengontrol mereka bukan sebaliknya.

Anak-anak kita yang masih tahap berkembang tentu harus didorong untuk terus mengasah otaknya agar fungsi luhurnya tumbuh optimal, sejalan dengan mengenalkan dan meregulasi emosinya, juga menghindari paparan adiksi yang bentuknya semakin beragam saat ini.