AES 176 The Beginning of Holidays
joefelus
Monday November 15 2021, 5:05 AM
AES 176 The Beginning of Holidays

Sekarang sudah memasuki pertengahan Nopember, tanda-tanda keseruan di akhir tahun sudah mulai terasa. Minggu kemarin pusat kota sudah penuh dengan lampu-lampu yang terpasang di semua pepohonan yang ada di sana. Minggu depan semua keseruan itu secara resmi akan dimulai, yaitu dengan perayaan Thanksgiving.

Kalau ke supermarket, kalkun beku sudah bertaburan di mana-mana dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Hiasan-hiasan musim gugur sudah mulai berkurang dan berganti dengan hiasan-hiasan natal. Rumah-rumah juga sudah ada yang mulai berhias dengan lampu-lampu.

Tahun lalu karena pandemi, saya memutuskan tidak mengadakan apa-apa. Biasanya ditahun-tahun sebelumnya saya memanggang kalkun dan mengundang teman-teman dekat untuk ikut bergembira bersama. Saya tidak merayakan thanksgiving, tentunya karena sama sekali tidak ada kaitannya, wong saya orang Indonesia, kok. Juga thanksgiving bukan merupakan perayaan keagamaan. Thanksgiving hanya dirayakan oleh masyarakat Amerika dan Canada yang pada awalnya sebagai ucapan terimakasih dan bersyukur atas panen raya. Saya sih karena senang masak dan kumpul-kumpul dengan teman-teman saja sehingga sengaja hari libur ini dimanfaatkan untuk seru-seruan.

Nah tahun ini rencananya kumpul-kumpul tidak dilakukan di apartemen saya, kali ini sahabat saya yang menyediakan rumah barunya untuk tempat berkumpul, saya tetap yang didaulat jadi tukang masaknya. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, saya kali ini akan masak Prime Ribs! Ini daging bagian iga yang paling baik. Semakin baik kualitas dagingnya semakin terlihat marble-nya, maksudnya di sini adalah penampilan lemak dan daging yang dikenal sebagai marble atau marbling. Warna dari daging untuk prime rib yang berkualitas harus merah cerah dengan kombinasi lemak. Jika tidak ada lemak, maka ini bukan daging yang berkualitas, semakin banyak lemaknya sehingga warna daging menjadi agak pink, semakin baik dan mahal sekali harganya, contohnya wagyu. Daging wagyu sangat terkenal karena rasio lemak dan dagingnya sangat baik sehingga dagingnya berwarna pink karena campuran antara warna merah daging dan warna putih dari lemak yang sangat sempurna. Daging ini harganya di atas seratus dollar per pound, apalagi yang berasal dari Jepang.

Kami memutuskan untuk keluar dari tradisi dengan memasak sesuatu yang lain. Menyiapkan kalkun memang seru, saya biasa sudah mulai mengeluarkan kalkun dari freezer 3 hari sebelum Thanksgiving karena butuh waktu hampir 48 jam untuk thawing tergatung besarnya, lalu butuh waktu semalaman untuk brining, merendam kalkun dengan air garam dan bumbu. Proses brining ini sangat penting karena kalkun adalah burung yang besar, sehingga bumbu-bumbu tidak akan mampu masuk ke dalam daging jika tidak direndam semalaman. 2 tahun yang lalu saya membuat kalkun dengan resep ala Korea, lengkap dengan makanan pendampingnya. Proses memanggangnya pun perlu waktu lama dan juga butuh ketelitian. Kalkun tidak hanya harus enak tapi juga penampilannya harus menarik. Ini buat saya menjadi semacam karya seni hahahaha...

Membuat prime ribs roast secara teori lebih mudah dari kalkun, tidak perlu melalui poses brining sama sekali. Yang paling penting saya membutuhkan thermometer untuk menentukan tingkat kematangannya. Saya harus memastikan daging mencapai suhu ruang agar supaya proses memanggangnya merata. Bayangkan jika dagingnya sebagian dingin sebagian suhu ruang, maka tidak akan mendapat hasil yang baik. Thermometer sangat diperlukan sebab yang paling ditakutkan ketika memasak ini adalah daging yang terlalu matang. Saya dan Kano sangat menyukai yang medium rare, sementara Nina dan sahabat saya lebih suka medium well. Saya tidak tahu teman-teman yang lain yang akan hadir menyukai tingkat kematangan yang bagaimana. Yang pasti saya akan memasaknya hingga medium rare, lalu sebelum disajikan masing-masing potongan daging akan saya sesuaikan dengan tingkat kematangan yang diinginkan dengan cara memasaknya kembali.

Disamping prime rib roast, makan malam nanti akan disajikan scalloped baked potatoes, roasted butternut squash dengan cranberry, roasted agave balsamic brussel sprout dan tiramisu! Scalloped baked potato adalah kentang yang dipotong tipis, lalu dipanggang dengan keju dan krim. Butternut squash adalah labu kuning yang juga akan dipanggang, sedangkan brussel sprout bentuknya mirip seperti kol tapi hanya sebesar ibu jari dan akan saya panggang kemudian diberi saos sebelum disajikan dengan menggunakan balsamic vinegar dan agave. Tiramisu? ah kalau ini saya beli saja! hahahaha...

Ya, musim liburan sudah di depan mata. Saya sudah tidak sabar menikmati keseruan akhir tahun. Sesudah sepanjang tahun berkutat dengan pekerjaan, sekarang sudah menjelang saatnya bersyukur, bersantai dengan keluarga dan handai tolan dan menikmati kebersamaan.