AES033_Kembali Berkegiatan + ngeluh
Tatha Wu
Monday January 20 2025, 6:13 PM
AES033_Kembali Berkegiatan + ngeluh

Wah, sudah lumayan lama aku tidak menulis AES. Rasanya baru kemarin menulis AES yang sebelumnya. Aku jadi bingung mau menuliskan apa dan menentukan kata-kata yang digunakan, mungkin karena sudah lama tidak menulis. Selama libur aku tidak terlalu banyak melakukan apa-apa dan keluar rumah, itu pun kalau ada les dan ada kegiatan bersama keluarga. Dan di rumah, kebanyakan aku hanya menggambar, main game, dan bantu ortu. Serba salah jadinya, kalau sekolah maunya libur, kalau libur maunya sekolah karena bosan di rumah ga ngapa ngapain. Tapi akhirnya pada tanggal 13 Januari kemarin, sekolah pun dimulai. Akhirnya setelah merasa bosan sangat lama, ada kegiatan lagi. Tapi sekarang aku ingin libur lagi :-:. Dikarenakan aku lelah setelah pergi ke daerah Tangerang dari hari Jumat sampai hari Sabtu. Tapi sudah telat, karena sudah waktunya sekolah lagi, waktu libur sudah habis (nasib).

Hari pertama sekolah ini, kami K10 sudah mulai membahas proyek untuk semester 2, dan proyek yang belum selesai saat semester 1 (Drama Musikal). Untuk di semester dua ini aku masih belum ada ide apa-apa untuk membuat proyek apa, satu hal yang hanya kepikiran oleh ku adalah menggambar dan melukis. Namun di semester 1 aku sudah pernah membuat satu karya lukisan untuk proyek kecil, dan yang sekarang tersisa hanya menggambar. Tapi rasanya memilih proyek menggambar saja membosankan, sebenarnya bisa dibuat menjadi hal yang besar (mungkin gambarnya besar atau ada variasi ini itu lah), tapi untuk membuat sesuatu yang besar aku membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mencari idenya. 

Di tengah-tengah memikirkan ide untuk proyek, Tiba-tiba aku kepikiran betapa kacaunya dunia, dan juga lingkungan sekitar yang kurang baik (ini muncul karena ada pertanyaan pemantik). Ditambah juga ada beberapa berita buruk sebelum-sebelumnya. Karena itu, aku jadi teringat hal yang paling ingin terjadi di dunia dan lingkungan sekitar ini, yaitu semua orang bisa tetap saling menghargai dan berujung ke damai. Aku menginginkan perubahan ini karena banyak orang yang masih belum menghargai perbedaan (suku,ras, agama, dll) di berbagai sosmed. Banyak sekali komentar-komentar menghina dan tidak enak, dan anehnya mereka bangga dengan omongan mereka dan juga tidak merasa bersalah. Kurang ajar ya komentar netizen-netizen dari berbagai negara.

Sebenarnya sangat simpel untuk merubah kebiasaan orang-orang ini. Seperti dari kecil sudah diajarkan untuk saling menghargai, atau mungkin kalau ada yang menghina atau tidak menghormati kena denda atau akunnya diblokir. Tapi entah kenapa mereka susah diatur, dinasehati sedikit saja sudah ribut. Kalau bisa, ada hukuman berat untuk orang-orang seperti itu.

Menurut pendapatku, semua ini bisa saja terjadi karena kesalahpahaman. Rata-rata orang salah paham karena tidak membaca kalimat atau caption konten tidak benar, atau juga tidak menangkap maksud konten dengan baik (Bisa dikarenakan juga konten tidak jelas). Seperti waktu itu aku pernah melihat satu video yang bertuliskan “Babi memang haram. Tapi aku tetap makan kok”, awalnya aku hampir salah paham, tapi setelah dibaca ulang dan dipikir lagi, oh ternyata maksudnya dia tau babi itu haram, dan dia memang makan seperti biasa sehari-hari tapi dia tidak makan babi. Dan pasti sudah bisa ditebak, banyak orang yang salah paham dengan arti teks itu, ada yang bilang nanti masuk neraka lah, dosa lah, ini itu lah. Hadeuuh pantesan dibilang SDM rendah dan literasi- nya 0, tapi mereka protes kalau disebut begitu (Gubrak). Bisa saja literasi yang 0 ini dibantu dengan membaca buku, mungkin lepas dari gawai dulu, tetapi sama seperti tadi orang-orang seperti itu apa-apa susah.

Sepertinya cukup dulu keluhan dari ku, sudah terlalu panjang ini :-:. Otak ku juga mulai ngebul. Rencana awalnya isi AES ini pendek, tapi aku kaget sendiri bisa sampai 6 paragraf. Yasudah deh tanganku mulai pegel.

You May Also Like