AES 1508 Yang Terbaik (3)
joefelus
Saturday November 1 2025, 12:05 AM
AES 1508 Yang Terbaik (3)

Apa hal terbaik dalam hidup berikutnya? Nah, ini sebuah pertanyaan yang agak mudah bagi saya untuk dijawab, terutama setelah pengalaman kemarin dan tadi malam. Ayah saya terjatuh dan bagian kepalanya terluka. Saya langsung dihadapkan pada sebuah perasaan yang sangat kuat, apalagi ketika saya sedang berusaha membersihkan luka-lukanya. Ayah memandangi saya seolah-olah saya adalah seorang asing. Mungkin goncangan akibat terjatuh mempengaruhi beliau. Saya harus menahan rasa sesak di dada karena kesedihan dan berusaha tidak menunjukkannya dihadapan beliau.

"Gantian ya, dad. Dulu dad yang merawat saya, sekarang giliran saya." Kata saya sambil berusaha tersenyum. Tiba-tiba bibirnya bergerak lalu senyuman lebar hampir seperti tawa merekah. Hati saya langsung terasa sejuk walau saya melihat pandangan matanya yang masih tetap kosong seolah-olah tersihir oleh sesuatu dan selaput putih menutupi seluruh pandangannya.

Saya mulai berdebat dengn diri sendiri, apakah kesedihan itu anugerah atau bukan? Kalau anugerah itu hanya mengenai sesuatu yang menyenangkan, tentu saja kesedihan itu bukan anugerah. Tapi, nah ini yang penting, kesedihan dapat mengarahkan kita pada hal-hal yang positif seperti perkembangan pribadi dan apresiasi yang lebih baik tentang kebahagiaan! Kesedihan merupakan semacam rambu-rambu bahwa ada sesuatu yang tidak baik, ada sesuatu yang salah yang nantinya akan memotivasi kita untuk mengubah keadaan itu, meningkatkan kemampuan fokus kita dan meningkatkan daya tahan. Kesedihan menurut saya juga merupakan pintu kesempatan untuk refleksi dan juga mengembangkan kemampuan empati terhadap kondisi diluar diri kita.

Kesedihan mungkin lebih tepat merupakan media belajar, jika tidak dapat dikatakan sebagai anugerah. Ketika kita masih kecil, segala sesuatu kita take it for granted, baru setelah dewasa kita banyak menghadapi kegagalan, kekecewaan, penolakan, dan sebagainya yang membuat kita sangat bersedih. Kesedihan yang kita alami tidak selalu sama dengan kesedihan di masa kecil, karena seringkali ketika sudah dewasa kita harus menghadapinya sendirian, sementara dimasa kecil kita masih dapat bersembunyi dalam pelukan orang tua. Nah kesedihan merupakan bagian dari proses belajar yang menjadikan kita kuat, trampil, dan hal-ha positif lainnya sebagai bentuk perkembangan pribadi seperti yang saya katakan tadi di atas. Walau tidak menyenangkan, kesedihan saya anggap sebagai salah satu hal terbaik dalam hidup, karena segala bentuk kesedihan itu membetuk diri saya menjadi seperti sekarang ini.

Foto credit: malvernbh.com

wibiarie
@wibiarie   6 months ago
"Gantian ya, dad. Dulu dad yang merawat saya, sekarang giliran saya."

Pas baca bagian itu, terharu saya. Ayah Pak Joe sukses mendidik anak yang berbakti.. :)