Penerbangan kami memang masih lama, baru jam 11 malam, tapi kami harus mengembalikan mobil pukul 7 nanti. Masih ada beberapa jam tersisa sebelum malam di Honolulu kami berakhir. Sesudah membeli beberapa jenis makanan untuk oleh-oleh, kami mampir sebentar ke rumah Host family untuk berpamit. Dari situ kami ke puncak bukit di Tantalus dimana di sana kami bisa menyaksikan pemandangan kota Honolulu lebih dari 180 derajat.

Langit sudah mulai gelap karena mendung yang sangat tebal, jadi harapan kami untuk menyaksikan sunset tidak terlaksana. Di puncak bukit mulai berkabut dan angin mulai terasa sangat kencang. Walau kami sudah terbiasa dengan suhu dingin, tapi dingin di daerah pantai ternyata sangat berbeda, suhu boleh saja masih di atas 20 derajat Celcius, tapi ternyata saya cukup menggigil juga. Angin laut yang berhembus memiliki kadar kedinginan yang berbeda. Saya tetap kedinginan, bukan kediginan yang membuat kulit saya sakit-sakit seperti di Colorado, tapi yang membuat tubuh menggigil. Saya tidak bisa menjelaskannya.
Masih ada 2 hal lagi yang harus kami lakukan dalam waktu 1 jam mendatang, yaitu membeli kue-kue untuk dibawa pulang (ini wajib sebab kue semacam ini tidak dapat dijumpai di Colorado), lalu mengisi bensin karena sesuai perjanjian kami harus mengembalikan kendaraan dengan bahan bakar penuh, seperti ketika kami menerimanya di hari pertama. Harusnya kami juga mencuci mobil itu, tapi karena hampir sepanjang hari hujan, kami memutuskan untuk tidak mencuci karena percuma, kedua semua tempat pencucian mobil tutup karena cuaca. Wajar saja, siapa mau mencuci mobil jika begitu keluar dari tempat pencucian langsung tertimpa hujan deras.
Sesudah membeli kue-kue, kami mengisi bensin dan bersiap-siap mengembalikan mobil itu. Dari tempat itu kami akan memesan Uber untuk ke airport. Begitu tiba di tempat pengembalian mobil, yaitu di pinggir jalan. Hujan turun dengan sangat deras. Kami terpaksa duduk di dalam mobil menunggu Uber tiba. Hujan semakin bertambah deras, jalanan mulai tergenang air. Saya bingung, bagaimana nanti memindahkan semua barang kami ke Uber. Pada saat yang sama juga kami harus mengambil foto-foto kendaraan yang akan kami kembalikan.
Kami memang tidak menyewa kendaraan dari tempat penyewaan umum karena harganya sangat mahal. Pengalaman terakhir tahun lalu kami mengunakan jasa Turo, ini semacam aplikasi yang menghubungkan kami dengan pemilik kendaraan lalu saling berkirim pesan dan berjanji dimana kendaraan itu bisa diambil dan dikembalikan. Kami juga diberi tahu dimana kami bisa mengambil dan mengembalikan kuncinya. Tahun lalu ada semacam kompartmen dengan kunci kombinasi dan di dalamnya ada sebuah kunci, lalu kunci itu digunakan untuk membuka pintu mobil lalu menemukan kunci kontak di tempat rahasia. Seru bukan? Memang seru, dan juga harga hanya setengah dari tempat peyewaan mobil. Nah kali ini kami menggunakan aplikasi yang sama, dan karena ber-4 kami memilih mobil yang sedikit lebih besar dan bukan sedan, yaitu VW Tiguan. Kendaraan ini memang enak dikemudikan dan saya jadi sopir hampir selama perjalanan.
Eniwei, kami menunggu Uber di dalam mobil. Hujan tidak juga berhenti malah semakin deras dan trotoar sudah mulai tergenang air. Saya mau tidak mau keluar untuk mulai memfoto kedaraan, tujuannya agar sang pemilik tahu kendaraan sudah dikembalikan dengan kondisi seperti semula dengan bukti-bukti dari foto-foto itu. Tubuh saya mulai basah kuyup. Lalu Uber tiba dan saya bersama Kano dan Simon langsung bergegas memasukkan barang-barang bawaan kami yang sangat banyak. Pakaian saya sudah seperti baru saja disiram air berember-ember. Basah kuyup hingga melekat ke badan. Untungnya pemilik kendaraan Uber memiliki Handuk, saya agak terbantu dengan menyeka tubuh saya yang basah itu.
Tiba di bandara, hujan masih terus mengguyur kami. Sehingga saya harus membongkar koper dan mengeluarkan pakaian yang kering dan bersih, lalu berganti pakaian. Masih ada sekitar 2 jam lagi sebelum pemberangkatan, sambil menunggu boarding saya bisa sedikit bercerita. Malam ini memang penuh dengan keseryan walau ceritanya tentang basah-basahan ketika bersiap-siap untuk pulang. Mudah-mudahan saja saya nanti tidak jatuh sakit.Ya begitulah malam terakhir kami di Honolulu, basah kuyup sampai-sampai petugas security check ngomel karena sepatu yang harus kami lepas kotor dan basah hahahahaha!!!!