Di pagi hari, tepatnya hari minggu ini, tidak ada rencana besar yang akan aku lakukan. Aku hanya berdiam diri di rumah ditemani angin sepoi-sepoi yang begitu mesranya meraba pori-pori kulitku, serta matahari yang begitu cerah menerangi seisi ruang kamarku. Aku membuka laptopku dan membuka youtube, aku putar lagu John Denver yang berjudul "This Old Guitar" lagu yang begitu syahdu, menceritakan betapa berharganya gitar dalam mengalunkan suatu vokal suara, serta lirik-lirik romansa yang khas dari Denver. Iya aku sangat menyukai musik folk, aku pikir genre tersebut sangat mengisi batinku, dan menenangkan hati. Lalu lagu selanjutnya, aku tidak memilihnya, karena ada fitur auto-play dari youtube, lagu yang terputar adalah "Let It Be" yang dinyanyikan oleh band fenomenal yaitu The Beatles. Aku sedang sibuk scroll sosial media, mencari tahu apa yang terjadi sekarang, serta menghabiskan waktu yang aku tahu itu tidak berguna sama sekali. Saat Paul Mccartney mulai benyanyi dan mengucapkan lirik pembuka, seketika aku terdiam, merefleksikan kehidupanku, yang penuh pengharapan, penuh rencana yang belum terselesaikan, serta mimpi yang harus diwujudkan. Namun nampaknya aku terlalu kejam pada diriku sendiri, aku tidak pernah berpikir untuk setidaknya mengistirahatkan segala angan, serta keinginan yang tidak ada ujungnya. Lagu Let It Be seperti menamparku tepat di pipi, untuk bersikap pasrah, ya sudah mau bagaimana lagi, mau sekeras apapun aku berusaha, mau sekeras apapun aku mengejar keinginan, tapi pada akhirnya aku tidak bisa selalu memberatkan hal itu menjadi suatu pengharapan, yang dimana suatu saat nanti hal itu akan mengecewakan hatiku.
Untuk Ayah dan Ibuku, semoga semua badai ini segera berlalu, Let it be, oh Let it be, whispering word of wisdom Let it be.