Hari ini, selepas bekerja, saya menyempatkan untuk bertemu seorang teman. Seorang teman yang ternyata sudah bertahun-tahun tidak saya temui.
Adanya media sosial membuat kita merasa tetap dekat, walau nyatanya jauh bahkan tidak saling bertemu. Bertahun-tahun tidak bertemu pun, kami masih saling tahu hidup masing-masing yang sedang dijalani.
Sudah lama kami sebenarnya merencanakan untuk bertemu. Hanya, karena beberapa hal, pertemuan itu terus direncanakan tanpa direalisasikan. Hari ini akhirnya kami berhasil, saling menyempatkan waktu untuk bertemu.
Seorang senior saya di organisasi pernah berkata “tidak ada orang yang sibuk, hanya ada orang yang tidak menyempatkan”. Sampai sekarang, saya masih mengamini kalimat itu, karena terasa masuk akal. Buat saya 24 jam dalam sehari adalah waktu yang sangat luas untuk kau sempatkan barang satu atau dua jam untuk acara tertentu.
Skala prioritas adalah kunciannya, ketika seseorang tidak menyempatkan, berarti memang ada hal yang lebih penting yang perlu dia lakukan, yang merupakan prioritas utamanya.
Tapi tidak perlu tersinggung saat seseorang menolak untuk mendatangi atau bertemu denganmu. Itu hal wajar, tak perlu dipusingkan, karena kamu memang tidak perlu menjadi skala prioritas semua orang. Dan kamu pun tidak bisa membuat semua orang menjadi prioritas utamamu.