AES587 Tercemar
Andy Sutioso
Saturday October 28 2023, 6:47 AM
AES587 Tercemar

Sumber air di rumah kami, sumur gali yang jadi penopang kehidupan kami selama kurang lebih 25 tahun, beberapa hari terakhir ini tercemar, tercemar parah. Foto di atas adalah warna air yang saya ambil dari pompa yang mengangkat air sumur dari dalam tanah untuk ditampung. Warnanya ungu, seperti air telang. Saya coba google dan cari tahu tidak ada penjelasan apapun apa kemungkinan penyebabnya. Saya kemudian tanyakan kepada beberapa orang, jawaban yang saya dapatkan kebanyakan sama, sumber airnya tercemar. 

Saya berpikir, sumber air di rumah bakalan cukup aman untuk jangka waktu cukup panjang. Sumur gali yang ada dibuat pada tahun 65-an, sebelum saya lahir. Lingkungan di sekitar rumah saya adalah perumahan dan batas belakang rumah kami adalah pemakaman Pandu. Jadi memang tidak ada warga yang tinggal di sana dan mengkonsumsi air. Sebaliknya area pemakaman adalah resapan besar yang menampung air hujan untuk bisa meresap ke dalam tanah. Itu pemikiran saya. 

Tapi dugaan saya salah, sejak hujan besar mulai mengguyur kota Bandung beberapa hari lalu, air mulai berubah warna, Kemarin - saat foto di atas saya ambil - warnanya sudah mengerikan dan bau tidak enak mulai tercium. Permukaan air di bak penampungan (ground tank) juga memperlihatkan seperti lapisan minyak tipis di atasnya. Sumber air di rumah kami memang tercemar, faktanya demikian. 

Sayapun menghubungi tetangga, mampir ke sebelah untuk melihat apakah ada masalah yang sama. Anehnya tetangga sebelah kanan, air yang juga diambil dari sumur gali masih jernih. Tetangga sebelah kiri, produsen air Selebriti, sudah tidak memanfaatkan air tanah karena tidak memadai untuk air baku mereka memproduksi air galonan. Mereka membeli air baku yang diangkut menggunakan mobil tangki. Di sekitar rumah kami sepertinya tidak ada industri apapun yang mungkin membuang limbahnya ke tanah, setidaknya sejauh pengetahuan pa RW. Jadi ya sumber pencemarannya dari mana sangat misterius. 

Beberapa kali saya menulis tentang air, ternyata hari ini saya harus menulis tentang tercemarnya sumber air buat kehidupan kami. Sangat menyedihkan, semakin menegaskan bagaimana banyak yang tidak peduli tentang bumi ini, dan manusia memang terus membuang limbah semena-mena dan berdampak luas juga. Kalaupun saya bisa mencari solusi teknis untuk mengatasi hal ini, bagaimana dengan makhluk hidup yang tinggal di bawah tanah dan memanfaatkan air untuk kehidupan mereka. Pastinya banyak kehidupan yang bakal terganggu juga. 

Semestinya pagi ini saya berangkat ke Selasar Soenaryo untuk belajar bersama warga Semi Palar tentang bagaimana caranya merawat alam dan kehidupan. Ternyata saya harus berhadapan dengan situasi ini dan berusaha mengatasinya.

Mudah-mudahan ini hanya sementara dan kalau siklus hujan sudah kembali normal, mudah-mudahan segala elemen alamiah yang ada di sekitar area tercemar masih bisa menetralisir / mengembalikan kerusakan yang terjadi. Salam. Semoga tulisan ini bermanfaat.