AES010 Would You Know My Name
Rizalk47
Sunday February 23 2025, 12:34 PM
AES010 Would You Know My Name

Cuplikan mv unplugged version 1992 Tears in Heaven oleh Eric Clapton. (Youtube)

Dari judul mungkin bisa membuat bingung juga yah, tetapi judul diatas merupakan penggalan lagu Tears In Heaven yang ditulis dan dinyanyikan oleh Eric Clapton, musisi legendaris yang telah melanglangbuana diberbagai band-band besar seperti The Yardbirds, Cream hingga Derek and The Dominos. Bahkan pada dekade 60-an, tidak aneh jika anda berjalan di jalanan kota-kota Inggris pasti akan menemukan coretan di dinding yang bertuliskan "Clapton is God", saking mahirnya beliau dalam memainkan gitar, membentuk nada, menyampaikan rasa lewat jari-jemarinya yang menari diatas neck gitar. Minggu kemarin aku menulis catatan renungan dari lagu The Beatles yang berjudul "Let it Be". Dan minggu ini, masih sama atas ketidaksengajaan ketika aku mendengarkan musik di Youtube. Lalu ketiba-tibaan itu muncul. 

Latar Belakang Lagu Ini Dibuat

Seperti yang diketahui, lagu ini ditulis Eric sebagai ungkapan kesedihan hati atas meninggalnya sang putra, Conor yang kala itu berusia 4 tahun. Conor jatuh dari jendela apartemen lantai 53 di New York, yang merupakan apartemen milik teman sang ibunda pada 20 Maret 1991. (Penyanyi 90an: Kepedihan Eric Clapton di Lagu Tears in Heaven - Entertainment Fimela.com)

Memiliki Makna Mendalam

Eric Clapton - Tears In Heaven

Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would it be the same
If I saw you in heaven?

I must be strong
And carry on
'Cause I know I don't belong
Here in heaven

Would you hold my hand
If I saw you in heaven?
Would you help me stand
If I saw you in heaven?

I'll find my way
Through night and day
'Cause I know I just can't stay
Here in heaven

Time can bring you down
Time can bend your knees
Time can break your heart
Have you begging please, begging please

Beyond the door
There's peace I'm sure
And I know there'll be no more
Tears in heaven

Would you know my name
If I saw you in heaven?
Would you be the same
If I saw you in heaven?

I must be strong
And carry on
'Cause I know I don't belong
Here in heaven

Sungguh menakjubkan, bait demi bait layaknya lantunan kepedihan namun tercampur begitu indahnya. Duka yang dirasakan oleh Clapton sungguh mendalam, siapa yang tidak sedih kehilangan buah hatinya, untuk seorang anak yang kehilangan orang tua ada sebutannya "yatim" atau "piatu", tapi apa sebutan untuk orang tua yang kehilangan anaknya?. Clapton begitu sering membawakan lagu yang bernuansa rock, bertempo cepat dan nada-nada yang begitu tinggi. Namun dalam lagu ini hanya petikan gitar dan suaranya yang begitu lembut, merindukan seorang anak yang telah tiada. Would you know my name, If I saw you in Heaven?. Dari baris pertama pun sungguh terasa kepedihan yang amat dalam, apakah kamu akan mengingat namaku?, jika aku melihatmu di surga, sedangkan kita sendiri tidak pernah tahu apakah kita akan bertemu dengan terkasih setelah kehidupan yang fana ini.

Yang teramat pedih adalah bait akhir menurut aku, namun aku mengartikan bait tersebut sebagai fase acceptance (penerimaan). Clapton tidak bisa seterusnya berdiam diri dalam gelapnya duka, karena ia harus kuat dan kehidupan tetap berjalan, ada rasa pasrah yang amat kuat disana, Clapton sendiri tidak merasa pantas untuk berada di surga. Apakah air mata di surga itu bentuk duka yang teramat indah?, tolong Clapton aku bertanya padamu.

Tears In Heaven Dalam Renunganku

Untuk orang-orang terkasihku, apakah kalian akan mengingat namaku ketika aku di surga?. Aku harap seperti itu. Begitu banyak mungkin air mata yang kita keluarkan semasa hidup, baik itu duka maupun suka. Namun aku berharap air mata di surga adalah tangisan kita terhadap betapa cintanya kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan cinta yang teramat kuat itu, kita tidak perlu meminta pun pasti akan diberikan keberkahan, mungkin termasuk berkumpul kembali dengan orang-orang yang kita cintai (tidak tau juga).

Apabila orang terkasihku meninggalkan dunia ini terlebih dahulu, aku berharap aku bisa melepasnya dengan penuh rasa ikhlas, persis seperti isi lirik dari Clapton. Karena yang paling dekat dengan kita bukanlah kesuksesan, kaya raya, atau apapun itu, yang paling dekat kita adalah kematian, sedekat dagu dengan tenggorokan.

Terima Kasih Eric Clapton.

You May Also Like