Secara keseluruhan tahun 2021 ini, saya rasa kegiatan saya dari bulan Agustus sampai November ini cukup mempunyai banyak permasalahan, mau dari saat melakukan proyek sekolah, mengerjakan proyek mandiri atau saat mengerjakan tugas rutinitas seharian. Meski kebanyakan hasilnya mengecewakan, tentu saya juga mendapatkan berbagai jenis pelajaran baru, mau dari keahlian dan sisi mental, yang paling diutamakan adalah sisi inisiatifnya, terlihat seringkali ini dibahas setiap adanya permasalahan di proyek tertentu, selalu saja topik ini yang ditarik. Sayangnya banyak yang tidak menyadarinya, sehingga dihimbaukan saja, saya sempat mengalami ini, sampai inisiatif ini muncul sesaat saya mengalami sebuah kesusahan yang kritis dalam proyek saya. Yang dimaksud kritis adalah masalah distraksi, terasa saat menjelang deadline pengerjaan halaman komik, di saat-saat ini, saya mulai mendapatkan rasa-rasa kesenangan dan motivasi saya untuk mengerjakan halaman-halaman komiknya.
Semester pembelajaran kedua di KPB kelas 11 ini banyak tersia-siakan oleh kemalasan dan masalah yang dialami di kelas 11, efeknya sendiri dari semua anggota kelas, mau tidak tersadari atau disadari pun. Contoh yang paling menyakitkan bagi saya adalah waktu-waktu gambar bebas saya yang hilang, distraksi yang saya alami berasal dari hape, berbeda dengan distraksi untuk menggambar, bisa menghasilkan beberapa karya gambar digital, berjam-jam waktu digunakan untuk melihat “twitter” atau “Youtube”, anehnya setiap kali terdistraksi, tidak terasa lama, tetapi cepat. Seakan ada potongan waktu yang terlewatkan oleh saya, meskipun di saat-saat ini, banyak kejadian di sekitar saya terjadi.
Di akhir tahun ini serasa ada banyak karya yang dapat saya buat, sayangnya karena saya tidak sadar dengan cara mengelolanya, alhasil banyak waktu terbuang, banyak ide gambar terlupakan dan terhancurkan oleh permasalahan ini, terasa banyak yang tersia-siakan.