AES 1381 Open Minded
joefelus
Friday April 11 2025, 8:34 PM
AES 1381 Open Minded

Saya sudah beberapa kali menulis tentang confirmation bias. Yaitu merupakan fenomena kognitif yang secara signifikan mempengaruhi bagaimana kita memproses dan menginterpretasikan informasi. Hal tersebut terjadi ketika kita lebih mengutamakan informasi yang memperkuat pendapat kita dan mengabaikan alternatif informasi lain apalagi yang menentang keyakinan yang kita miliki.

Penelitian menyimpulan bahwa manusia cenderung mudah mengalami confirmation bias, semua tanpa kecuali, termasuk teman-teman semua dan saya. Salah satunya karena banyak pengalaman masa lalu kita yang kemudian membentuk pendapat pribadi walaupun sebetulnya kita juga tahu bahwa pendapat itu belum tentu akurat. Bias konfirmasi ini membentuk cara kita memfilter informasi apalagi jika berkaitan dengan konflik pendapat dengan yang kita miliki. Yang repot adalah hal ini sangat penting dalam proses pembuatan keputusan, penyelesaian masalah bahkan interaksi kita dengan orang lain.

Contoh misalnya sudah berkali-kali saya mengalami banyak peristiwa kurang menyenangkan dengan kelompok tertentu. Dari pengalaman-pengalaman itu, secara tidak sadar telah membentuk saya semacam proses filtering. Ketika saya berhadapan dengan kelompok serupa, sejak awal saya sudah memasang semacam pelindung. Dalam kasus lain, saya cenderung menghindari berurusan dengan mereka, mengabaikan pendapat mereka dan membatasi interaksi saya dengan kelompok semacam itu. Saya tahu pendapat saya tidak akurat dan cenderung stereotyping, tapi seringkali hal tersebut saya abaikan karena secara tidak sadar saya keukeuh dengan pendapat saya itu, apalagi dengan alasan berjaga-jaga agar tidak terjadi lagi pengalaman-pengalaman buruk serupa.

Saya menulis lagi tentang bias konfirmasi ini karena situasi akhir-akhir ini sedang begitu sarat dengan hal-hal seperti ini. Terus terang saja saya lebih mengikuti kondisi politik dan perekonomian di tempat Kano berada dibanding di sini, mohon dimaklumi sebab mayoritas informasi tanah air selama 8 tahun terputus. Kedua karena saya concern karena keterkaitan urusan pribadi saya di sana karena kondisi di sana akan mempengaruhi hidup saya di sini. Nah kembali ke topik obrolan, saya perhatikan banyak sekali, saya katakan banyak sekali karena statistik mengatakan masih ada sekitar 40 persen masyarakat menyetujui tindak tanduk pemerintahan saat ini.

Satu contoh, akibat tarif yang dicanangkan, ekonomi dunia berguncang. Dapat dilihat dari pasar saham yang amburadul. Nah, dalam kondisi seperti ini masih saja ada masyarakat yang mengklaim bahwa kondisi ini terjadi karena China menarik tarif dua hingga 3 kali lipat daripada yang dilakukan oleh Amerika. Ini sebuah pendapat yang salah karena perdagangan pada dasarnya berdasarkan aturan yang sudah dirundingkan di WTO. Orang-orang itu menyangka bahwa defisit perdagangan yang terjadi karena negara China menetapkan tarif berkali lipat dari Amerika walau sebetulnya defisit perdagangan ini terjadi karena Amerika membeli lebih banyak daripada menjual. Mengapa demikian? Bisa saja karena Amerika lebih banyak membutuhkan barang-barang yang dijual oleh China, atau karena Amerika tidak mampu membuat atau mengadakannya sendiri, bukan karena tarif sebab selama ini tidak ada tarif kecuali untuk hal-hal tertentu yang sudah dirundingkan oleh kedua belah pihak. Nah kesalahan pengertian masyarakat ini sulit sekali diperbaiki, dan mereka ngotot untuk mempertahankan pendapat mereka yang salah karena confirmation bias. Mereka benar-benar menolak fakta-fakta yang tidak mendukung pendapat yang mereka yakini!

40 persen penduduk yang ngotot ini sangat sulit untuk dicerahkan karena sekali lagi, mereka banyak sekali yang tingkat literasinya rendah, pendidikan tidak cukup dan lebih banyak emosi yang digunakan daripada akal sehat. Ketika berdiskusi walau sudah dijelaskan secara gamblang dengan didukung data yang akurat, ujung-ujungnya mereka mengatakan bahwa fakta-fakta itu adalah fake news., lalu mereka mulai menyerang pribadi bukan berdebat berdasarkan fakta. Ini adalah dosa petinggi-petinggi yang memanfaatkan ketidak tahuan dan keterbatasan mereka. Sangat kurang ajar sekali mengeksploit hal-hal tersebut untuk kepentingan orang-orang kaya yang selama beberapa hari ini memanfaatkan krisis yang terjadi untuk mempertebal pundi-pundi mereka. Kasihan sekali kelompok petani yang nanti akan kesulitan mengeksor kedelai dan jagung mereka ke China yang merupakan importir terbesar, bayangkan saja Amerika menetapkan tarif 145% dan dibalas oleh China yang menetapkan tarif 125%! China akan memilih jagung atau kedelai dari negara lain daripada beli dari Amerika dengan tambahan biaya 145%. Itu baru dari pertanian, bayangkan saja kantong plastik, kantong kertas, kemasan-kemasan yang biasa mereka gunakan didatangkan dari mana? Itu baru beberapa contoh, masih banyak lainnya. Amerika memiliki defisit perdagangan dengan banyak sekali negara, oleh sebab itu presidennya menetapkan tarif gila-gilaan kepada banyak negara. Nah pendukung kanan tidak sadar bahwa tarif ini nanti akan menaikkan harga jual dalam negeri yang nantinya akan menimbulkan inflasi. Berbagai pihak malah sudah mewanti-wanti bahwa kondisi ini membuka kemungkinan sebesar 60% akan terjadi resesi.

Seandainya saja, ini saya berangan-angan loh, bahwa kelompok yang terjangkit bias konfirmasi ini tidak banyak, lalu mereka berbondong-bondong menyampaikan pendapatnya lalu ditanggapi oleh senat dan house of representatives, saya yakin wakil-wakil rakyat ini tidak tinggal diam karena mereka mempunyai tanggung jawab terhadap distrik yang memilih mereka. Itu hanya sekedar angan-angan, buktinya anggota senat dari kelompok kanan hanya 7 orang yang membelot, tapi itu lumayan cukup untuk bisa berusaha membatalkan kebijakan pemerintah yang aneh ini.

Foto credit: dealersupport.co.uk

You May Also Like