AES107 The Pain of Marie Colette Pt.6
SamBin
Friday January 28 2022, 12:41 PM

Keempat kawan menjalani pelatihan senapan api, menggunakan senapan Falker-MR-51, senapan yang hanya disesuaikan untuk orang dewasa, Strauss, Marcel dan Edward mempunyai pengalaman dalam senjata api, terutamanya dalam mengoperasikan senjata api, ketiga teman-teman Marie dapat menggunakan senjatanya dengan begitu santai, meskipun ada beberapa kesulitan dalam kenyamanan penggunaan senapannya, Marcel dapat menembak dengan cukup akurat, dan cukup fleksibel saat berganti dari mode senapan ke mode peluncur roket, sama seperti Strauss dan Edward, keduanya cukup paham, dapat beradaptasi dengan senapannya cukup cepat. Kabar buruk untuk Marie, ia hanya seorang remaja, badannya yang ramping dan pendek tidak memudahkan Marie untuk menggunakan senapan Falker, di awalnya Marie dipaksa untuk menggunakan senapan ini, menembaknya sambil berdiri, Marie tidak dapat menahan “recoil”, senapan ini cukup berat, Marie tidak dapat berdiri dengan cukup stabil, sehingga saat menembak target, hanya sedikit target terkenai.

Marie tidak bisa menggunakan senapan Falker dengan cukup efektif, sehingga Marie diminta hanya menggunakan pistol saja, tetapi salah satu “drill sergeant” memaksa Marie untuk menggunakan kedua senjata ini, senapan Marie diambil dan dibawa ke salah satu teknisi senjata api di markas, senjata Marie dimodifikasi, diberikan “stock” yang lebih ringan, menggunakan komposit plastik, “handguard” diganti menggunakan jenis yang lebih ringan, dari komposit “fiberglass” dan “graphite”, senjata menjadi lebih ringan, memudahkan Marie untuk mengangkatnya, sedangkan untuk masalah “recoil” Marie diberikan sebuah bipod dan sebuah “foregrip” saat perlu menembak dan bergerak secara bersamaan.

Sebelum senapan Marie dimodifikasi, Marie sebenarnya mau memprotes dan memberikan “excuse” agar Marie hanya menggunakan pistol, awalnya beralasan karena senapan yang berat dan badan Marie yang kecil. Tetapi setelah senapan Marie dimodifikasi, Marie tidak dapat berkata-kata, dengan begitu cepatnya semua alasan Marie langsung jatuh, tidak dapat berkata-kata, pasrah sehingga terpaksa menggunakan senapan tersebut tanpa alasan lebih lanjut.