Lanjut dari cerita sebelumnya, Priviina baru-baru saja mengadaptasi kehidupan bersama Marie dan teman-temannya, dari tempat tinggal yang barunya, tempat tidur sampai lingkup besar pangkalan tersebut. Priviina diberikan sebuah tur untuk pangkalannya, karena sebelumnya Priviina hanya diberikan waktu yang cukup singkat untuk mengeksplorasi tempatnya, berhubungan sebelumnya ia belum mendapatkan kesepakatan dari Marcel dan pasukan lainnya. Priviina baru saja melihat perbedaan gaya hidup dibandingkan kehidupannya di rumah aslinya, dari berbagai jenis teknologi baru yang tidak pernah lihat, mencoba berbagai jenis teknologi baru, seperti telepon “touch screen”, dan komputer-komputer abad ke-20, ini semua cukup menakjubkan bagi Priviina, kehidupan Priviina sebelumnya seakan ia terjebak di tahun 1980-an, jarang sekali ada perubahan teknologi di kotanya, ini dari apa yang percaya dan lihat selama ini, tetapi berdasarkan rumornya, anak-anak di sekitar kota tersebut memang tidak dikenalkan teknologi modern abad ke-20, melainkan hanya orang dewasa saja yang mendapatkan kesempatan, termasuk orang-orang yang bekerja di pabrik tersebut.
Mendengar rumor ini, Priviina cukup kesal dengan orangtuanya, ilmu pengetahuan Priviina sangat terbatas di saat-saat waktu itu, karena pertama kali melihat teknologi baru Priviina mencoba menghabiskan waktunya mencoba semua peralatan elektronik modern. Dalam 1 hari Priviina belajar begitu banyak hal baru, budaya, teknologi dan sampai geografi, mengetahui bahwa ada dunia selain kotanya sendiri. Keesokan harinya Priviina melanjutkan turnya di pangkalan tersebut, turnya sendiri diberikan oleh Marcel, ditunjukanlah seluruh sektor dan isi pangkalan tersebut, setiap ruangan dan departmen dijelaskan oleh Marcel secara langsung, karena ini Priviina mengalami sebuah panik, Priviina tidak sanggup dan penasaran dengan hal-hal baru ini, Priviina pun pingsan di tengah tur tersebut.
Pada hari ketiga, Priviina baru-baru saja bangun dari pingsannya, ia kira turnya belum tertuntaskan, ini membuat Priviina cukup menyesal, memukul ranjangnya dengan begitu keras, orang-orang di luar kamarnya datang, Priviina menanyakan apa yang terjadi, untungnya ada Marcel dan Marie, keduanya menjelaskan apa yang terjadi, untungnya Priviina pingsan saat tur berakhir, dengan tahunya berita ini, Priviina merasa cukup lega. Kelegaan ini membuat Priviina ingin untuk turun dari ranjangnya, ia langsung memakai pakaiannya, kemudian mencoba melanjutkan kegiatan untuk esok harinya, esok hari dimana Priviina akan dikirim bersama Marie dan pasukan lainnya untuk mengintai di pabrik musuh.